Haiti Minta Bantuan Militer Internasional Padamkan Kekacauan

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:42 WIB
loading...
A A A
Petisi itu muncul setelah Luis Almagro, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Amerika, bertemu dengan para pejabat termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Haiti Jean Victor Geneus pada Kamis lalu untuk membicarakan situasi negara yang memburuk.

"Haiti harus meminta bantuan mendesak dari komunitas internasional untuk membantu menyelesaikan krisis keamanan, menentukan karakteristik pasukan keamanan internasional," Almagro mentweet pada Kamis malam.

Namun banyak warga Haiti yang menolak gagasan ini, mencatat bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB dituduh melakukan serangan seksual dan memicu epidemi kolera pada lebih dari satu dekade lalu yang menewaskan hampir 10 ribu orang.

“Saya tidak berpikir Haiti membutuhkan intervensi lain,” kata Mathias Pierre, mantan menteri Haiti.

"Kami telah melalui begitu banyak masalah, dan tidak ada yang diselesaikan. Jika kita tidak melakukannya sebagai orang Haiti, 10 tahun ke depan, kita akan berada dalam situasi yang sama lagi," imbuhnya.

Sebaliknya, dia meminta pemerintah AS untuk membantu mengurangi jumlah amunisi dan senjata yang mengalir ke Haiti dan juga untuk melengkapi petugas polisi sehingga mereka memiliki lebih banyak senjata dan kemampuan untuk menjalankan intelijen di geng kriminal.

Dia juga khawatir tentang situasi yang akan dihadapi pasukan keamanan internasional.

Baca: Perang Geng di Haiti Tewaskan Lebih dari 200 Orang dalam 10 Hari

"Ini bukan tentara yang mereka hadapi," ujarnya.

“Mereka menghadapi geng yang terletak di daerah miskin dan menggunakan penduduk sebagai tameng untuk melindungi diri mereka sendiri,” ungkapnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah
Setelah Operasi Venezuela,...
Setelah Operasi Venezuela, AS Kerahkan 3 Kapal Perang ke Negara Miskin Ini, Apa Rencana Trump?
4 Fakta Kerusuhan di...
4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar
Gangster Mengamuk di...
Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara
Taktik AS dan Israel...
Taktik AS dan Israel Picu Demo di Iran Diklaim Tak Akan Sukses Gulingkan Khamenei
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved