Desak Putin Perang Nuklir, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov Jadi Jenderal
Kamis, 06 Oktober 2022 - 07:35 WIB
loading...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov diberi pangkat kolonel jenderal oleh Rusia setelah dia medesak Presiden Vladimir Putin meluncurkan serangan nuklir ke Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov diberi pangkat kolonel jenderal oleh Rusia setelah dia mendesak Presiden Vladimir Putin meluncurkan serangan nuklir ke Ukraina.
Kadyrov menulis dalam sebuah posting Telegram pada Rabu bahwa Putin telah memberinya pangkat kolonel jenderal.
"Vladimir Vladimirovich secara pribadi memberi tahu saya tentang hal ini dan memberi selamat kepada saya," tulis Kadyrov yang menuliskan nama depan dan tengah presiden Rusia.
"Saya sangat berterima kasih kepada Panglima Tertinggi kami atas penghargaan tinggi terhadap jasa saya!" lanjut Kadyrov.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya. Saya berjanji akan menjaga kepercayaan yang diberikan sebelumnya."
Baca juga: NATO Waswas Putin Bersiap Tes 'Senjata Kiamat' Torpedo Nuklir Poseidon
Putin sendiri dalam pidatonya bulan lalu secara eksplisit mengancam akan menggunakan senjata nuklir dalam perangnya di Ukraina. Dia mengatakan bahwa Rusia dapat merespons apa yang dia sebut sebagai "pemerasan nuklir" oleh Barat.
Kadyrov menulis dalam sebuah posting Telegram pada Rabu bahwa Putin telah memberinya pangkat kolonel jenderal.
"Vladimir Vladimirovich secara pribadi memberi tahu saya tentang hal ini dan memberi selamat kepada saya," tulis Kadyrov yang menuliskan nama depan dan tengah presiden Rusia.
"Saya sangat berterima kasih kepada Panglima Tertinggi kami atas penghargaan tinggi terhadap jasa saya!" lanjut Kadyrov.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya. Saya berjanji akan menjaga kepercayaan yang diberikan sebelumnya."
Baca juga: NATO Waswas Putin Bersiap Tes 'Senjata Kiamat' Torpedo Nuklir Poseidon
Putin sendiri dalam pidatonya bulan lalu secara eksplisit mengancam akan menggunakan senjata nuklir dalam perangnya di Ukraina. Dia mengatakan bahwa Rusia dapat merespons apa yang dia sebut sebagai "pemerasan nuklir" oleh Barat.
Lihat Juga :