Jaringan Listrik Terganggu, 130 Juta Warga Bangladesh Hidup dalam Kegelapan

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:00 WIB
loading...
Jaringan Listrik Terganggu,...
Jaringan Listrik Terganggu, 130 Juta Warga Bangladesh Hidup dalam Kegelapan. FOTO/Reuters
A A A
DHAKA - Sedikitnya 130 juta orang di Bangladesh hidup tanpa listrik pada Selasa (4/10/2022) sore, setelah kegagalan jaringan menyebabkan pemadaman yang meluas, kata perusahaan listrik pemerintah.

Bangladesh telah mengalami krisis listrik besar dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat dari harga energi global yang lebih tinggi setelah invasi Rusia ke Ukraina. Negara itu juga telah memberlakukan pemutusan layanan reguler untuk menghemat listrik.

Baca: Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik

Tetapi, masih belum jelas apa yang menyebabkan pemadaman tak terjadwal pada hari Selasa, yang melanda lebih dari 80 persen negara itu tak lama setelah jam 2 siang waktu setempat (0800 GMT), menurut Dewan Pengembangan Tenaga.

“Terlepas dari beberapa lokasi di barat laut Bangladesh, bagian lain negara itu tanpa listrik,” kata juru bicara Dewan Pengembangan Tenaga, Shamim Ahsan kepada AFP.

Menurutnya, 130 juta orang atau lebih tanpa listrik dan masih belum jelas apa yang menyebabkan gangguan tersebut. "Masih dalam penyelidikan. Kerusakan teknis adalah kemungkinan penyebabnya,” lanjutnya.

Sementara Menteri Teknologi Junior Zunaid Palak mengatakan di Facebook, bahwa listrik akan dipulihkan pada jam 8 malam di ibu kota Dhaka, yang merupakan rumah bagi lebih dari 22 juta orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 9: Hidup Mila Semakin Rumit, Elin Masih Dihantui Mantan Suaminya
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved