Twitter Runtuh Diserbu Bot, Diplomat Ukraina: Persetan dengan Musk!
Rabu, 05 Oktober 2022 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Rencana tersebut memicu tanggapan marah dari beberapa pejabat senior Ukraina, termasuk diplomat Ukraina untuk Jerman yang terkenal karena berulang kali menghina kepemimpinan Jerman dan mencap Kanselir Olaf Scholz sebagai "hati yang tersinggung."
Melnik mengatakan kepada Musk untuk " f**k off" atau persetan, menunjukkan bahwa itu adalah tanggapan paling diplomatis yang bisa dia berikan untuk rencana perdamaian sang miliarder.
“F**k off adalah jawaban diplomatis saya untuk Anda, Elon Musk,” ujar Melnik.
Rencana perdamaian itu awalnya mendapat dukungan kuat dalam jajak pendapat Twitter, tetapi akhirnya menarik perhatian troll pro-Ukraina yang membalikkan keadaan, dengan hampir 60% menentangnya setelah lebih dari 2,6 juta suara.
Musk yang tidak asing dengan kontroversi di Twitter, mengatakan jajak pendapat itu berada di bawah "serangan bot terbesar yang pernah saya lihat."
Jajak pendapat lain, di mana Musk bertanya apakah setidaknya orang-orang Donbass dan Crimea harus memutuskan apakah mereka ingin tetap bersama Rusia atau Ukraina, juga menjadi sasaran serangan bot.
Namun, hanya sekitar 40% responden yang memilih untuk menolak hak orang-orang ini untuk menentukan nasib mereka sendiri setelah lebih dari 2,2 juta suara.
Melnik mengatakan kepada Musk untuk " f**k off" atau persetan, menunjukkan bahwa itu adalah tanggapan paling diplomatis yang bisa dia berikan untuk rencana perdamaian sang miliarder.
“F**k off adalah jawaban diplomatis saya untuk Anda, Elon Musk,” ujar Melnik.
Rencana perdamaian itu awalnya mendapat dukungan kuat dalam jajak pendapat Twitter, tetapi akhirnya menarik perhatian troll pro-Ukraina yang membalikkan keadaan, dengan hampir 60% menentangnya setelah lebih dari 2,6 juta suara.
Musk yang tidak asing dengan kontroversi di Twitter, mengatakan jajak pendapat itu berada di bawah "serangan bot terbesar yang pernah saya lihat."
Jajak pendapat lain, di mana Musk bertanya apakah setidaknya orang-orang Donbass dan Crimea harus memutuskan apakah mereka ingin tetap bersama Rusia atau Ukraina, juga menjadi sasaran serangan bot.
Namun, hanya sekitar 40% responden yang memilih untuk menolak hak orang-orang ini untuk menentukan nasib mereka sendiri setelah lebih dari 2,2 juta suara.
Lihat Juga :