Gelar Aksi Anti-Prancis, Demonstran Burkina Faso Kibarkan Bendera Rusia

Rabu, 05 Oktober 2022 - 04:56 WIB
loading...
A A A
Setelah pembicaraan di Ibu Kota Ouagadougou pada hari Selasa, Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengatakan dia “puas” dengan pertemuan delegasi ECOWAS dengan pemimpin junta baru Burkina Faso.

Issoufou menambahkan bahwa blok itu akan terus menyertai transisi Burkina Faso ke pemerintahan konstitusional.

Blok regional ECOWAS, yang dirancang untuk mempromosikan demokrasi di salah satu kawasan paling bergejolak di dunia, telah menyaksikan lima kudeta di antara tiga dari 15 anggotanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

Pendekatannya adalah mendesak para pemimpin junta untuk menetapkan jadwal yang relatif singkat untuk memulihkan pemerintahan sipil dan untuk menjatuhkan sanksi terhadap mereka yang dianggap mengabaikan permintaan atau mengingkari janji mereka.

Tapi blok itu juga mendapat kritik, dengan beberapa kritikus menuduhnya mendukung kepentingan Barat, atau khususnya Prancis.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa, pemimpin baru Burkina Faso Ibrahim Traore mengatakan kunjungan ECOWAS adalah untuk melakukan kontak dengan otoritas transisi baru sebagai bagian dari dukungan yang diberikan ECOWAS kepada Burkina Faso.

Baca: Kudeta Guncang Burkina Faso, Perwira Militer Gulingkan Pemimpin Junta

Dia mengatakan dia mengaku heran dan menyesal karena beredar pesan di media sosial yang menyerukan misi ini untuk dihambat dan mendesak agar warga tenang dan menahan diri.

"Setiap orang yang melakukan tindakan yang bertujuan mengganggu kelancaran misi ECOWAS akan menghadapi kekuatan hukum," kata Traore.

Kunjungan ECOWAS ke Ouagadougou dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Guinea-Bissau Suzi Carla Barbosa, yang negaranya saat ini memimpin blok tersebut, dan termasuk mantan presiden Niger Mahamadou Issoufou, yang merupakan mediator untuk Burkina Faso.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved