Khmer Merah, Rezim Komunis yang Jadikan Kamboja Neraka Dunia

Selasa, 04 Oktober 2022 - 03:50 WIB
loading...
Khmer Merah, Rezim Komunis...
Khmer Merah, Rezim Komunis yang Jadikan Kamboja Neraka Dunia. FOTO/GI
A A A
JAKARTA - Khmer Merah adalah sebuah nama yang cukup populer dengan tertuju kepada anggota partai komunis di Kamboja yang memerintah negara Kamboja antara tahun 1975 dan 1979. Nama Khmer Merah tersebut diciptakan di tahun 1960 oleh Norodom Sihanouk sebagai bentuk penggambaran pemberontakan negaranya yang heterogen dan komunis.

Partai komunis ini dipimpin oleh Pol Pot dengan waktu operasi dari tahun 1951 sampai 1999. Bermarkas di Phnom Penh, Kamboja. Partai ini bersekutu dengan Tiongkok, Korea Utara, Rumania, Thailand, Vietnam dan beberapa negara lainnya.

Baca: Media AS Ubah Foto Korban Khmer Merah Jadi Tersenyum, Kamboja Marah

Pada tahun 1960-an, dengan secara perlahan tentara Khmer Merah didirikan di hutan Kamboja Timur. Rezim Khmer Merah ini sangar totaliter, otokratis, xenophobia, paranoid dan represif. Banyak kasus kematian yang terjadi akibat kebijakan rekayasa sosial yang dibuat oleh rezim ini bersama dengan kebijakan “Maha Lout Ploh”.

Sebagai akibat upaya Khmer Merah dalam melakukan reformasi pertanian dalam sebuah kolektivitas ini menyebabkan kasus kelaparan yang meluas. Di sisi lain, desakan yang terjadi terhadap kemandirian mutlak terhadap penyediaan obat-obatan untuk kematian penyakit malaria belum tertangani.

Rezim ini secara tidak langsung melakukan pembunuhan terhadap ratusan ribu lawan politik mereka serta menekan rasis terhadap kemurnian nasional yang berakibat kepada genosida minoritas di negara Kamboja. Bahkan pada masa itu terjadi eksekusi dan penyiksaan secara tidak manusiawi terhadap elemen subversive selama masa pembersihan genosida. Akibatnya, sekitar 1,5 sampai 2 juta orang, atau sekitar 25% penduduk Kamboja kehilangan nyawa.

Baca: Duch, Kepala Penjara Khmer Merah Kamboja yang Sangat Kejam Tutup Usia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Kapal Perang AS Sambangi...
Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap,...
Bos Scam Chen Zhi Ditangkap, China Desak Seluruh Kaki Tangannya Menyerah
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1, Mitchell Baker Cetak Hattrick
Berita Terkini
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved