Turki Respons Keras Komentar Vulgar Politisi Jerman pada Erdogan

Rabu, 28 September 2022 - 07:19 WIB
loading...
Turki Respons Keras...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki menyatakan kemarahannya atas pernyataan menghina yang dibuat Wakil Presiden Bundestag Jerman Wolfgang Kubicki terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Duta Besar Jerman untuk Turki dipanggil pada Selasa (27/9/2022) untuk mendapat catatan protes "kuat" atas pernyataan menghina tersebut,” ungkap laporan kantor berita Anadolu Agency yang dikelola negara Turki.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki Tanju Bilgic mengutuk "pernyataan menghina" Kubicki yang dibuat selama kampanye pemilihannya di Lower Saxony.

Menurut Bilgic, pernyataan Kubicki "tidak dapat diterima" dan politisi Jerman itu "tidak cocok" untuk posisinya di parlemen.

Baca juga: Hasil Referendum, Zaporozhye Ukraina Putuskan Bersatu dengan Rusia

Sementara Kementerian Luar Negeri Turki tidak mengungkapkan pernyataan khusus mana yang menarik perhatian Ankara, beberapa media menunjuk Kubicki yang menyebut Erdogan sebagai “tikus selokan” dan menyalahkan Erdogan karena berpotensi menciptakan krisis migran lain di Eropa.

"Dia sama sekali tidak memiliki moralitas dan tanggung jawab politik," tegas Bilgic tentang Kubicki.

Bilgic menambahkan, "Pernyataan tidak senonoh seperti itu menunjukkan tingkat politik dan moralnya, dan mengungkapkan vulgarnya."

Baca juga: Putin Tegaskan Prioritas Utama Rusia dalam Referendum Donbass

Kubicki sejak itu mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa dia sebenarnya menyebut Erdogan sebagai "tikus selokan" saat berpidato di rapat umum selama kampanye pemilihannya.

Politisi Jerman, yang merupakan bagian dari Partai Demokrat Bebas yang pro-bisnis, salah satu partai yang berkuasa di negara itu, mengatakan dia membuat perbandingan sambil mencoba menarik perhatian pada peningkatan jumlah migran ilegal yang pindah ke Jerman dari Turki, yang katanya “dengan sengaja dapat memicu krisis (migran) berikutnya.”

“Gelombang pengungsi di sepanjang rute Balkan (dari Turki) kembali meningkat, yang merupakan tantangan bagi kebijakan luar negeri dan dalam negeri Jerman,” ujar dia seperti dikutip Reuters.

Menurut Guardian, Ankara telah mengizinkan ribuan pengungsi Suriah berkumpul di sepanjang perbatasan antara Turkiye dan Yunani, yang diperkirakan akan mencoba secara kolektif menyeberang ke Uni Eropa.

Dijuluki "Caravan of Light" oleh penyelenggaranya, konvoi pengungsi diyakini memiliki antara 85.000 hingga 100.000 orang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved