Hasil Referendum, Zaporozhye Ukraina Putuskan Bersatu dengan Rusia
Rabu, 28 September 2022 - 06:22 WIB
loading...
Seorang wanita memberikan suara dalam referendum tentang pencaplokan wilayah Zaporozhye ke Rusia di tempat pemungutan suara yang terletak di biara St Sava yang Ditahbiskan di Melitopol. Foto/Sputnik
A
A
A
ZAPOROZHYE - Penduduk Wilayah Zaporozhye di Ukraina, yang sebagian dikendalikan Moskow, memilih melepaskan diri dari negara itu dan bergabung dengan Federasi Rusia.
Data resmi menunjukkan, lebih dari 93% pemilih mendukung gagasan berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.
Referendum yang berlangsung selama lima hari bersama dengan yang ada di Wilayah Kherson yang berdekatan dan di dua republik Donbass, berakhir pada Selasa (27/9/2022).
Baca juga: Ukraina Buat Keputusan tentang Mobilisasi Pasukan Tambahan Terkait Referendum Donbass
Sebagian besar Wilayah Zaporozhye direbut militer Rusia di awal kampanye yang pecah pada akhir Februari.
Namun, ibu kota wilayah itu, kota Zaporozhye, tetap berada di bawah kendali Ukraina. Melitopol berfungsi sebagai ibu kota de facto dari bagian yang dikuasai Rusia.
Kiev dan pendukung Baratnya telah menolak referendum untuk bergabung dengan Rusia, mencela mereka sebagai pemungutan suara "palsu", bersumpah untuk tidak pernah menerimanya terlepas.
Data resmi menunjukkan, lebih dari 93% pemilih mendukung gagasan berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.
Referendum yang berlangsung selama lima hari bersama dengan yang ada di Wilayah Kherson yang berdekatan dan di dua republik Donbass, berakhir pada Selasa (27/9/2022).
Baca juga: Ukraina Buat Keputusan tentang Mobilisasi Pasukan Tambahan Terkait Referendum Donbass
Sebagian besar Wilayah Zaporozhye direbut militer Rusia di awal kampanye yang pecah pada akhir Februari.
Namun, ibu kota wilayah itu, kota Zaporozhye, tetap berada di bawah kendali Ukraina. Melitopol berfungsi sebagai ibu kota de facto dari bagian yang dikuasai Rusia.
Kiev dan pendukung Baratnya telah menolak referendum untuk bergabung dengan Rusia, mencela mereka sebagai pemungutan suara "palsu", bersumpah untuk tidak pernah menerimanya terlepas.
Lihat Juga :