Tragedi Mahsa Amini dan Sejarah Wajib Jilbab di Iran

Senin, 26 September 2022 - 13:04 WIB
loading...
Tragedi Mahsa Amini...
Seorang wanita Iran yang tinggal di Turki memotong rambut sebagai bagian dari protes atas kematian Mahsa Amini, wanita muda Kurdi Iran yang ditangkap polisi moral karena berjilbab tak sesuai aturan. Foto/REUTERS/Murad Sezer
A A A
TEHERAN - Kematian Mahsa Amini (22), wanita muda Kurdi Iran , setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan berjilbab secara tidak benar telah kemarahan publik.

Para saksi mata dan kerabat menuduh petugas polisi moral memukuli Amini. Dia kemudian jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma. Pada 16 September, tiga hari kemudian, Amini meninggal.

Pihak berwenang Iran mengeklaim Amini mengalami serangan jantung yang fatal. Namun, keluarganya mengatakan dia sangat sehat.

Insiden mengejutkan itu kembali menyoroti aturan jilbab di negara para ayatollah tersebut.

Sejarah Wajib Jilbab

Aturan wajib berjilbab di tempat umum bagi setiap perempuan—apa pun kepercayaan dan kebangsaannya—di Iran dibuat setelah Revolusi Islam 1979.

Revolusi itu dipimpin almarhum Ayatollah Ruhollah Musavi Khomeini yang menumbangkan rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi yang kala itu pro-Barat.



Aturan wajib berjilbab bagi perempuan di Iran, menurut pemerintah, mengacu pada dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW—meskipun ada beberapa tafsir yang berbeda dari para ulama tentang batasan aurat perempuan yang wajib ditutupi.

Aturan wajib berjilbab di Iran ditegakkan oleh polisi moral—yang berkeliaran di jalan-jalan dengan mobil van untuk menahan orang-orang yang melanggar aturan tersebut. Mereka dikenal sebagai Gasht-e Ershad.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Presiden Iran Pecat...
Presiden Iran Pecat Wakilnya karena Liburan Mewah ke Antartika saat Rakyat Hidup Susah
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Perang Panas Trump dan...
Perang Panas Trump dan Iran Bisa Picu Kiamat Inflasi?
Anggota Parlemen Iran...
Anggota Parlemen Iran Serukan Teheran Memiliki Senjata Nuklir
Sampaikan Khotbah Salat...
Sampaikan Khotbah Salat Idulfitri, Khamenei: Israel Harus Diberantas
Iran Rayakan Idulfitri...
Iran Rayakan Idulfitri pada Senin, Presiden Masoud Pezeshkian Serukan Persatuan Negara-negara Islam
Trump Kirim Surat Permintaan...
Trump Kirim Surat Permintaan Perundingan Nuklir, Iran Tolak Mentah-mentah
Paus Fransiskus Tampil...
Paus Fransiskus Tampil Perdana di Vatikan Sejak Pulang dari Rumah Sakit
Tragis! Helikopter Ambulans...
Tragis! Helikopter Ambulans Jatuh di Laut, Dokter dan Pasien Tewas
Rekomendasi
Waspadai Banjir Jakarta!...
Waspadai Banjir Jakarta! Pintu Air Sunter Hulu Siaga Satu
Pemimpin ASEAN Bersatu...
Pemimpin ASEAN Bersatu Respons Tarif Impor Terbaru AS
Hasil Fulham vs Liverpool:...
Hasil Fulham vs Liverpool: Comeback Dramatis, Cottagers Bungkam The Reds 3-2
Berita Terkini
Trump pada Warga AS:...
Trump pada Warga AS: Revolusi Ekonomi Perlu Pengorbanan
3 jam yang lalu
Tarif Trump 10% Sudah...
Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
5 jam yang lalu
Tokoh Republik Peringatkan...
Tokoh Republik Peringatkan Pemilu Sela Mandi Darah jika Tarif Trump Rusak Ekonomi AS
6 jam yang lalu
Demo Menentang Trump...
Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London
7 jam yang lalu
Penampakan Demo Besar...
Penampakan Demo Besar di Amerika Serikat Menentang Trump, Diikuti 250.000 Orang
8 jam yang lalu
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
9 jam yang lalu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved