Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS

Minggu, 06 April 2025 - 21:35 WIB
loading...
Tarif Trump 10% Sudah...
Para pengunjuk rasa berbaris di kedua sisi West Market Street selama protes Hands Off di Hardesty Park di Akron pada hari Sabtu, 5 April 2025. Foto/Mike Cardew/Akron Beacon Journal
A A A
WASHINGTON - Tarif terluas yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hingga saat ini telah mulai berlaku. Kebijakan ini dapat memicu pembalasan dan meningkatkan ketegangan perdagangan, yang akan mengganggu ekonomi global.

Tarif "dasar" awal 10% mulai berlaku di pelabuhan laut, bandara, dan gudang pabean Amerika Serikat pada pukul 12:01 ET (04:01 GMT) pada hari Sabtu (5/4/2025).

Ini menandai penolakan penuh Trump terhadap sistem tarif yang disepakati bersama pasca-Perang Dunia II.

Di antara negara-negara yang pertama kali terkena tarif 10% adalah Australia, Inggris, Kolombia, Argentina, Mesir, dan Arab Saudi.

Kesenjangan perdagangan, menurut Gedung Putih, didorong oleh "tidak adanya timbal balik" dalam hubungan dan kebijakan lain seperti "pajak pertambahan nilai yang selangit."

Buletin Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS untuk pengirim menunjukkan tidak ada masa tenggang untuk kargo di atas air pada tengah malam pada hari Sabtu.

Namun, buletin Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS memberikan masa tenggang 51 hari untuk kargo yang dimuat ke kapal atau pesawat dan dalam perjalanan ke AS sebelum pukul 12:01 dini hari ET pada hari Sabtu.

Kargo ini harus tiba paling lambat pukul 12:01 dini hari ET (4:01 dini hari GMT) pada tanggal 27 Mei untuk menghindari bea masuk sebesar 10%.

Selain itu, pada tanggal 9 April, tarif "timbal balik" Trump yang lebih tinggi sebesar 11% hingga 50% akan mulai berlaku.

Impor Uni Eropa akan dikenakan tarif sebesar 20%, sementara barang-barang China akan dikenakan tarif sebesar 34%, sehingga total pungutan baru Trump terhadap China menjadi 54%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved