PM Israel: Dunia Harus Gunakan Kekuatan Militer Jika Iran Membuat Bom Nuklir

Jum'at, 23 September 2022 - 23:04 WIB
loading...
PM Israel: Dunia Harus Gunakan Kekuatan Militer Jika Iran Membuat Bom Nuklir
Perdana Menteri Israel Yair Lapid serukan komunitas internasional menggunakan kekuatan militer jika Iran membuat senjata nuklir. Foto/REUTERS/Mike Segar
A A A
NEW YORK - Komunitas internasional harus menggunakan kekuatan militer jika Iran mengembangkan senjata nuklir . Seruan ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Israel Yair Lapid dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Kamis.

Israel telah melakukan serangan diplomatik yang intens dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba meyakinkan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan utama Eropa seperti Inggris, Prancis dan Jerman untuk tidak memperbarui kesepakatan nuklir Iran 2015.

Selama 10 hari terakhir, berbagai pejabat telah menyarankan kesepakatan—yang dibatalkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018—untuk tidak diperbarui hingga setidaknya pertengahan November, tenggat waktu yang Lapid coba gunakan untuk mendorong Barat guna memaksakan pendekatan yang lebih keras dalam negosiasi mereka.

"Satu-satunya cara untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah dengan menempatkan ancaman militer yang kredibel di atas meja," kata Lapid dalam pidatonya, yang dilansir AFP, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Israel Merasa Terhina Dubesnya Tak Diterima Presiden Chile

"Hanya dengan begitu kesepakatan yang lebih lama dan lebih kuat dengan mereka dapat dinegosiasikan," ujarnya.

"Perlu dijelaskan kepada Iran bahwa jika Iran memajukan program nuklirnya, dunia tidak akan menanggapi dengan kata-kata, tetapi dengan kekuatan militer," ujarnya.

Dia tidak merahasiakan bahwa Israel sendiri akan bersedia untuk terlibat jika merasa terancam.

"Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan," katanya. "Iran tidak akan mendapatkan senjata nuklir."

Dari podium Majelis Umum PBB, Lapid menuduh kepemimpinan Teheran melakukan "orkestra kebencian" terhadap orang Yahudi, dan mengatakan para ideolog Iran membenci dan membunuh Muslim yang berpikir berbeda, seperti Salman Rushdie dan Mahsa Amini—wanita muda yang meninggal setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan berjilbab secara tidak pantas.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1396 seconds (10.55#12.26)