Delapan Penyakit Infeksi Paling Mematikan di Dunia
Jum'at, 03 Juli 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Tingkat kematian: 60%
Flu burung menyebar atau menyerang manusia setelah melakukan kontak dengan unggas yang terinfeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan dari manusia ke manusia tampaknya tidak sering terjadi.
Wabah virus H5N1 yang mematikan di antara unggas dilaporkan di China pada 1 Februari 2020.
7. Virus Hendra
Tingkat kematian: 57%
Virus ini, juga disebarkan oleh kelelawar buah, menginfeksi manusia dan kuda. Ditemukan di Australia pada tahun 1994. Kasusnya jarang terjadi; antara tahun 1994 dan 2013, hanya ada 7 orang didiagnosis mengidap virus ini dan 4 di antaranya meninggal.
Gejalanya meliputi masalah pernapasan seperti flu, diikuti, untuk kasus yang parah, oleh ensefalitis.
8. Virus Marburg
Tingkat kematian: 50%
Virus Marburg secara klinis mirip dengan Ebola. Awalnya ditransmisikan ke manusia melalui kontak dengan kelelawar Rousettus. Begitu virus memasuki populasi manusia, virus itu menular melalui cairan tubuh manusia.
Pada kasus fatal, kematian akibat terinfeksi virus ini dikarenakan kehilangan banyak darah, biasanya terjadi pada 8 atau 9 hari setelah timbulnya gejala.
Flu burung menyebar atau menyerang manusia setelah melakukan kontak dengan unggas yang terinfeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan dari manusia ke manusia tampaknya tidak sering terjadi.
Wabah virus H5N1 yang mematikan di antara unggas dilaporkan di China pada 1 Februari 2020.
7. Virus Hendra
Tingkat kematian: 57%
Virus ini, juga disebarkan oleh kelelawar buah, menginfeksi manusia dan kuda. Ditemukan di Australia pada tahun 1994. Kasusnya jarang terjadi; antara tahun 1994 dan 2013, hanya ada 7 orang didiagnosis mengidap virus ini dan 4 di antaranya meninggal.
Gejalanya meliputi masalah pernapasan seperti flu, diikuti, untuk kasus yang parah, oleh ensefalitis.
8. Virus Marburg
Tingkat kematian: 50%
Virus Marburg secara klinis mirip dengan Ebola. Awalnya ditransmisikan ke manusia melalui kontak dengan kelelawar Rousettus. Begitu virus memasuki populasi manusia, virus itu menular melalui cairan tubuh manusia.
Pada kasus fatal, kematian akibat terinfeksi virus ini dikarenakan kehilangan banyak darah, biasanya terjadi pada 8 atau 9 hari setelah timbulnya gejala.
(ber)
Lihat Juga :