4 Fakta Hantavirus yang Mewabah di Kapal Pesiar MV Hondius, Salah Satunya Belum Ada Obatnya

Selasa, 05 Mei 2026 - 13:30 WIB
loading...
4 Fakta Hantavirus yang...
Hantavirus mewabah di kapal pesiar MV Hondius. Foto/X/@MarioNawfal
A A A
WASHINGTON - Tiga orang meninggal setelah dugaan wabah hantavirus di kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi, dengan lima kasus dugaan lainnya sedang diselidiki.

WHO mengatakan kepada BBC bahwa "penyelidikan terperinci" terhadap kasus-kasus dugaan hantavirus "sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lebih lanjut".

Wabah tersebut dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius, yang sedang berlayar dari Argentina ke Cape Verde.

4 Fakta Hantavirus yang Mewabah di Kapal Pesiar MV Hondius, Salah Satunya Belum Ada Obatnya

1. Ditularkan Hewan Pengerat

Hantavirus merujuk pada strain virus yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama ditularkan ke manusia melalui inhalasi partikel udara dari kotoran hewan pengerat yang kering.

Infeksi biasanya terjadi ketika virus menjadi terbawa udara dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Meskipun jarang, virus ini juga dapat menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.

Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit parah. Yang pertama, Sindrom Paru Hantavirus (HPS), sering dimulai dengan kelelahan, demam, dan nyeri otot, diikuti oleh sakit kepala, pusing, menggigil, dan masalah perut. Jika gejala pernapasan berkembang, angka kematiannya sekitar 38%, menurut CDC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
AS Waspada, Blokir Pelancong...
AS Waspada, Blokir Pelancong dari Zona Wabah Ebola
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Bagaimana Negara-negara...
Bagaimana Negara-negara Merespons Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius?
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved