Korban Tewas Aksi Protes Kematian Mahsa Amini Jadi 31 Orang

Jum'at, 23 September 2022 - 08:27 WIB
loading...
Korban Tewas Aksi Protes Kematian Mahsa Amini Jadi 31 Orang
Korban tewas dalam aksi protes kematian Mahsa Amini di Iran bertambah jadii 31 orang. Foto/Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Sebuah LSM yang berbasis di Oslo, Norwegia melaporkan sedikitnya 31 warga sipil tewas dalam tindak kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Iran massa demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini. Amini tewas di dalam tahanan setelah ditangkap oleh polisi moral Iran.

"Rakyat Iran telah turun ke jalan untuk mencapai hak-hak dasar dan martabat manusia dan pemerintah menanggapi protes damai mereka dengan peluru," kata direktur Hak Asasi Manusia Iran (IHR) Mahmood Amiry-Moghaddam dalam sebuah pernyataan, menerbitkan jumlah korban setelah enam hari protes seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (23/9/2022).

IHR mengatakan telah mengkonfirmasi aksi protes yang terjadi di lebih dari 30 kota dan pusat kota lainnya, meningkatkan kekhawatiran atas “penangkapan massal” terhadap pengunjuk rasa dan aktivis masyarakat sipil.

Baca: 17 Tewas dalam Aksi Protes Kematian Mahsa Amini di Iran

Protes pertama kali meletus selama akhir pekan di provinsi utara Kurdistan, dari mana Amini berasal, tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh negeri.

IHR mengatakan korbannya termasuk kematian 11 orang yang tewas pada Rabu malam di kota Amol di provinsi Mazandaran utara di Laut Kaspia, dan enam lainnya di Babol di provinsi yang sama.

Sementara itu, kata IHR, kota besar Tabriz di timur laut menyaksikan kematian pertamanya dalam aksi protes tersebut.

Baca: Demo soal Kematian Mahsa Amini Menyebar di 50 Kota Iran, Kantor Polisi Dibakar

“Kecaman dan ekspresi keprihatinan oleh masyarakat internasional tidak lagi cukup,” ujar Amiry-Moghaddam.

Sebelumnya, kelompok hak asasi Kurdi Hengaw mengatakan 15 orang telah tewas di provinsi Kurdistan dan daerah berpenduduk Kurdi lainnya di utara Iran, termasuk delapan pada Rabu malam.

(ian)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0902 seconds (10.55#12.26)