Demo soal Kematian Mahsa Amini Menyebar di 50 Kota Iran, Kantor Polisi Dibakar

Kamis, 22 September 2022 - 18:52 WIB
loading...
Demo soal Kematian Mahsa...
Demo memprotes kematian Mahsa Amini pecah di Teheran, Iran. Demo serupa menyebar di 50 kota di Iran, dengan beberapa kantor polisi dibakar massa. Foto/WANA via REUTERS
A A A
TEHERAN - Demo memprotes kematian Mahsa Amini menyebar di 50 kota, termasuk di Ibu Kota Iran ; Teheran, pada Kamis (22/9/2022). Beberapa kantor polisi dibakar massa yang marah.

Mahsa Amini (22), wanita Kurdi Iran, meninggal Jumat pekan lalu setelah ditangkap oleh polisi moral di Teheran atas tuduhan berjilbab secara tidak pantas.

Sebelum meningal, Amini mengalami koma saat ditahan. Pihak berwenang mengatakan mereka akan meluncurkan penyelidikan terkait penyebab kematiannya.

Baca juga: Protes Kematian Mahsa Amini, Para Wanita Iran Lepas dan Bakar Jilbab

Kematian Amini memicu kemarahan besar di antara penduduk dan protes terburuk di Iran sejak 2019.

Awalnya, sebagian besar massa demonstran terkonsentrasi di wilayah barat laut yang berpenduduk Kurdi.

Namun, demo kini menyebar ke ibu kota dan setidaknya 50 kota besar dan kecil di seluruh negeri, di mana polisi menggunakan kekuatan untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Akun Twitter @1500tasvir, yang berfokus pada protes Iran dan memiliki sekitar 100.000 pengikut, mem-posting video demo di timur laut Iran di mana para pengunjuk rasa berteriak di depan kantor polisi yang dibakar; "Kami akan mati, kami akan mati tetapi kami akan mendapatkan Iran kembali".

Kantor polisi lain yang dibakar massa berada di Teheran saat kerusuhan menyebar dari Kurdistan, provinsi asal Amini.

Para pemimpin Iran khawatir situasi saat ini akan membangkitkan protes besar seperti demo 2019 terkait kenaikan harga bensin. Demo 2019 merupakan protes paling berdarah dalam sejarah Republik Islam Iran, yang menurut Reuters menewaskan sekitar 1.500 orang.

Menurut Reuters, para pengunjuk rasa kali ini juga menyatakan kemarahan pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. “Mojtaba, semoga Anda mati dan tidak menjadi Pemimpin Tertinggi,” teriak massa di Teheran, merujuk pada putra Khamenei, yang beberapa orang percaya dapat menggantikan ayahnya di puncak panggung politik Iran.

Laporan dari kelompok hak asasi manusia Kurdi, Hengaw, yang belum dapat diverifikasi, mengatakan tiga pengunjuk rasa dibunuh oleh pasukan keamanan pada hari Rabu, sehingga jumlah korban tewas hingga saat ini menjadi 10 orang.

Para pejabat telah membantah bahwa pasukan keamanan telah membunuh pengunjuk rasa, menduga bahwa mereka mungkin telah ditembak oleh pembangkang bersenjata.

Tanpa ada tanda-tanda protes mereda, pihak berwenang membatasi akses internet. Demikian laporan Hengaw, penduduk setempat, dan observatorium penutupan internet NetBlocks.

Kematian Amini telah memicu kemarahan di seluruh Iran atas masalah-masalah termasuk kebebasan di Republik Islam Iran dan ekonomi yang terhuyung-huyung akibat sanksi.

Para perempuan telah memainkan peran penting dalam protes kali ini, melambaikan dan membakar jilbab mereka. Bahkan, beberapa dari mereka memotong rambut di depan umum.

Di Iran utara, kerumunan yang bersenjatakan tongkat dan batu menyerang dua anggota pasukan keamanan dan disambut sorakan massa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved