Pakar Militer Rusia Desak Putin Rampungkan Rencana Serangan Nuklir ke NATO

Jum'at, 16 September 2022 - 09:47 WIB
loading...
Pakar Militer Rusia...
Presiden Rusia Vladimir Putin didesak untuk menyelesaikan rencana serangan nuklir terhadap NATO. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin didesak untuk menyelesaikan rencana serangan nuklir terhadap negara-negara NATO . Desakan ini disuarakan jurnalis yang juga pakar militer Rusia Igor Korotchenko.

Dalam sebuah video yang di-posting ke Twitter oleh Francis Scarr dari BBC News, Korotchenko berbicara tentang perang yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina di stasiun televisi Channel 1 milik pemerintah Rusia.

“Kita mungkin menghadapi pemerasan nuklir langsung terhadap Rusia karena senjata nuklir taktis Amerika sekarang terletak di sejumlah pangkalan udara NATO dan format penggunaannya dalam pertempuran membayangkan transfer ke negara-negara NATO dengan kekuatan udara dari bom nuklir modern Amerika yang jatuh bebas untuk menghantam wilayah Rusia," kata Korotchenko.

Baca juga: Panglima Militer Ukraina Waswas Rusia Gunakan Senjata Nuklir, Bisa Perang Dunia III

“Ya, ternyata waktunya telah tiba bagi kita mungkin, saya sudah mengatakan ini, untuk mengadakan latihan untuk mempraktikkan skenario di mana senjata nuklir taktis Rusia digunakan. Hanya saja ketika kita menghadapi pemerasan nuklir NATO, kita seharusnya tidak berlarian memikirkan bagaimana merespons," lanjut dia.

"Saya mengusulkan agar landasan perencanaan nuklir didirikan di bawah Dewan Keamanan [Rusia] untuk...menentukan tujuan dan sasaran kami, termasuk kemungkinan kami harus bereaksi dengan cara ini...fasilitas infrastruktur penting NATO yang mana, yang unit dan markas besar mungkin menjadi target serangan karena kami akan segera dikeluarkan dengan ultimatum nuklir langsung oleh aliansi NATO," imbuh Korotchenko, yang dilansir Newsweek, Jumat (16/9/2022).

Pernyataan Korotchenko muncul ketika angkatan bersenjata Ukraina terus menekan dan berusaha untuk merebut kembali kendali wilayahnya yang dikuasai Rusia.

Sementara itu, dalam pembaruan pertahanan pada hari Kamis, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, "Pasukan Ukraina terus mengonsolidasikan kendali mereka atas daerah-daerah yang baru dibebaskan di Oblast Kharkiv. Pasukan Rusia sebagian besar telah ditarik dari daerah sebelah barat Sungai Oskil."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Gol Mbappe Bantu Prancis...
Gol Mbappe Bantu Prancis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Tumbangkan Kanada, Maroko...
Tumbangkan Kanada, Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
Berita Terkini
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
5 Pesan Penting dari...
5 Pesan Penting dari Iran saat Pemakaman Khamenei, Balas Dendam hingga Pemerintahan yang Solid
3 Alasan Mojtaba Tidak...
3 Alasan Mojtaba Tidak Menghadiri Pemakaman Ayahnya, Ada Indikasi Serangan Israel
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved