Xi Jinping Diundang Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth, Legislator Inggris Mencak-mencak

Kamis, 15 September 2022 - 18:59 WIB
loading...
A A A
Tahun lalu, House of Commons menyatakan bahwa genosida sedang terjadi terhadap Muslim Uighur di barat laut China, dengan lebih dari satu juta orang diperkirakan telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang.

China telah membantah tuduhan itu, mengklaim kamp-kamp itu adalah fasilitas "pendidikan ulang" yang digunakan untuk memerangi terorisme.

"Kami sangat prihatin mendengar bahwa pemerintah China telah diundang untuk menghadiri pemakaman kenegaraan minggu depan, meskipun negara-negara lain Rusia, Belarusia dan Myanmar dikecualikan," bunyi surat itu.

“Mengingat Parlemen Inggris telah memilih untuk mengakui genosida yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap orang-orang Uighur, luar biasa bahwa arsitek genosida itu harus diperlakukan dengan cara yang lebih baik daripada negara-negara yang telah dilarang,” sambung surat itu seperti dikutip dari BBC, Kamis (15/9/2022).

Baca: 3 Pemimpin Negara Ini Tidak Diundang Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth

Mereka menambahkan bahwa itu sangat tidak pantas, mengingat tujuh anggota parlemen telah diberi sanksi oleh pemerintah China dan Duta Besar China telah dilarang untuk hadir di Istana Westminster.

Mereka juga meminta jaminan bahwa tidak ada perwakilan pemerintah China yang diizinkan datang ke Istana Westminster, dengan mengatakan hal ini sepenuhnya tidak pantas.

Kelompok legislator itu mengatakan mereka juga telah menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Inggris tentang masalah ini.

Presiden Xi Jinping termasuk di antara para pemimpin dunia yang menyatakan belasungkawa setelah kematian Ratu Elizabeth II, mencatat bahwa dia adalah raja Inggris pertama yang mengunjungi China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved