Zelensky Akui Ukraina Bergantung pada AS untuk Uang dan Militer

Selasa, 13 September 2022 - 07:38 WIB
loading...
Zelensky Akui Ukraina...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina bisa kalah perang tanpa bantuan keuangan dan militer lanjutan dari Amerika Serikat (AS).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui hal itu saat bicara pada CNN dalam menanggapi pertanyaan tentang politik internal Amerika, selama wawancara yang ditayangkan pada Minggu (11/9/2022).

“Saya berterima kasih kepada Presiden (Joe) Biden dan Gedung Putih serta dukungan bipartisan,” ujar Zelensky mengatakan kepada Fareed Zakaria dari CNN selama wawancara, yang direkam di Kiev pada beberapa titik selama sepekan lalu.

Dia menambahkan, “Tanpa dukungan ini, kami tidak akan dapat mengembalikan tanah kami.”

Baca juga: Rusia Tegaskan Tak akan Mundur dari Lokasi PLTN Zaporozhye

“Saya ingin percaya bahwa dukungan bipartisan akan tetap kuat dan teguh. Bagi kami, itu sangat penting,” papar Zelensky, menanggapi klaim Zakaria bahwa kemenangan Partai Republik di paruh waktu November akan membuat AS “kurang mendukung Ukraina.”

Jika Barat berhenti mengirim senjata dan uang ke Kiev, “Rusia bisa memenangkan pertarungan ini,” ujar Zelensky kepada CNN.

Baca juga: Membara, Azerbaijan Serang Perbatasan Armenia

Dia akan bersedia membuat argumen untuk membela bantuan itu kepada para pembayar pajak AS, yang perlu tahu uang mereka akan membela “nilai-nilai” Barat.

AS telah menyalurkan lebih dari USD30 miliar bantuan militer ke Ukraina, di mana USD17 miliar di antaranya datang antara kudeta 2014 dan eskalasi permusuhan pada Februari.

Amunisi dan senjata terbaru, yang diumumkan pekan lalu, bernilai USD675 juta.

Selain senjata, amunisi, dan uang tunai untuk mengisi anggaran Ukraina, badan intelijen AS dan Inggris "bekerja dengan Ukraina," termasuk perencanaan serangan pekan lalu di Wilayah Kharkov, menurut Senator Mark Warner dari Virginia.

“Kolaborasi semacam ini menunjukkan kekuatan gabungan intelijen militer kami,” papar Warner, yang memimpin Komite Intelijen Senat AS, mengatakan kepada CNN pada Minggu.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved