Sekjen PBB Kunjungi Wilayah Pakistan yang Dilanda Banjir

Sabtu, 10 September 2022 - 19:16 WIB
loading...
Sekjen PBB Kunjungi...
Sekjen PBB mengunjungi wilayah Pakistan yang dilanda banjir. Foto/Al Arabiya
A A A
ISLAMABAD - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengunjungi beberapa daerah di Pakistan yang dilanda banjir pada Sabtu (10/9/2022). Kunjungan itu dilakukan saat ia mengakhiri perjalanan dua hari yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bencana tersebut.

Rekor hujan monsun dan pencairan gletser di pegunungan utara telah memicu banjir yang telah menewaskan lebih dari 1.391 orang, menyapu rumah, jalan, rel kereta api, jembatan, ternak dan tanaman di Pakistan.

Sebagian besar wilayah negara itu terendam air, dan ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pemerintah Pakistan mengatakan kehidupan hampir 33 juta orang telah terganggu.

Pakistan memperkirakan kerusakan akibat banjir mencapai USD30 miliar, dan baik pemerintah maupun Guterres menyalahkan banjir itu sebagai akibat dari perubahan iklim.

Baca: PM Sharif: Setelah Banjir, Pakistan Terlihat Seperti Laut

Sekjen PBB mendarat di provinsi Sindh sebelum terbang di atas beberapa daerah yang terkena dampak paling parah akibat banjir dalam perjalanan ke Balochistan, provinsi lain yang terkena dampak parah bencana alam tersebut.

“Sulit untuk tidak merasa sangat tersentuh mendengar deskripsi tragedi yang begitu mendetail,” kata Guterres setelah mendarat di Sindh, menurut sebuah video yang dirilis oleh kantor Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

“Pakistan membutuhkan dukungan keuangan besar-besaran. Ini bukan masalah kedermawanan, ini masalah keadilan,” serunya seperti dikutip dari Al Arabiya.

Sebuah video yang dirilis oleh Menteri Penerangan Pakistan, Marriyum Aurangzeb, menunjukkan Guterres duduk di sebelah Sharif melihat daerah yang rusak akibat banjir dari jendela pesawat.

“Tidak terbayangkan,” kata Guterres, mengamati kerusakan akibat banjir.

Baca: Banjir Belum Juga Surut, Petani Pakistan Rugi Besar

Pada bulan Juli dan Agustus, Pakistan mendapat curah hujan 391 mm, atau hampir 190 persen lebih banyak dari rata-rata hujan selama 30 tahun. Provinsi selatan Pakistan, Sindh, telah mengalami 466 persen lebih banyak hujan daripada rata-rata.

Guterres mengatakan dunia perlu memahami dampak perubahan iklim di negara-negara berpenghasilan rendah.

“Umat manusia telah mengobarkan perang terhadap alam dan alam menyerang balik,” katanya.

“Alam menyerang balik di Sindh, tetapi bukan Sindh yang membuat emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim secara dramatis,” sambung Guterres.

“Ada situasi yang sangat tidak adil dibandingkan dengan tingkat kehancuran,” pungkasnya.

Baca: Militer Pakistan Selamatkan 2.000 Orang yang Terdampar Akibat Banjir

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved