Terungkap, Lebih dari 825 Jet Tempur Siluman F-35 AS 'Rasa China'

Sabtu, 10 September 2022 - 07:04 WIB
loading...
Terungkap, Lebih dari 825 Jet Tempur Siluman F-35 AS Rasa China
Lebih dari 825 jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin AS yang dikirim sejauh ini mengandung komponen logam campuran buatan China. Foto/Foto/The Straits Times/Lianhe Zaobao
A A A
WASHINGTON - Setiap lebih dari 825 jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin Amerika Serikat (AS) yang dikirim sejauh ini mengandung komponen yang dibuat dengan logam campuran buatan China . Itu diungkap kantor program yang mengawasi pesawat tempur canggih tersebut.

Menurut kantor itu, penggunaan logam campuran buatan Beijing—menjadikan F-35 "rasa China"—dilarang oleh undang-undang AS.

Kantor program F-35 Pentagon mengatakan komponen—magnet yang digunakan dalam perangkat penggerak pesawat yang dipasok oleh Honeywell International—telah digunakan di pesawat itu sejak 2003.

Pada hari Rabu, Pentagon menangguhkan pengiriman F-35 baru untuk memastikan program tersebut mematuhi peraturan yang terkait dengan “logam khusus.”

Baca juga: Ada Komponen asal China, Pentagon Tangguhkan Pengiriman Jet Tempur F-35

Program F-35—yang dapat menghasilkan lebih dari 3.300 jet—sekarang akan meminta pengabaian keamanan nasional dari pejabat akuisisi tinggi Pentagon untuk melanjutkan pengiriman pesawat baru yang sudah dirakit yang mengandung logam campuran tersebut. Demikian disampaikan juru bicara program F-35 Russell Goemaere, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (10/9/2022).

"Kantor program tidak mengantisipasi penggantian magnet di pesawat yang dikirim," katanya.

Menggantinya dapat memerlukan perbaikan yang mahal dan memakan waktu dari lebih dari 500 pesawat pelatihan dan operasional AS.

Pentagon dan Lockheed Martin, yang membuat pesawat, mengeklaim telah menemukan sumber AS untuk paduan atau logam campuran untuk pesawat di masa depan.

“Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami faktor penyebab ketidakpatuhan dan untuk menetapkan tindakan korektif,” kata Goemaere.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1448 seconds (11.252#12.26)