Bisa Terjadi Dalam Beberapa Dekade, Dunia Perlu Waspada Pandemi Baru

Kamis, 02 Juli 2020 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Sejak 2011 hingga 2018, para peneliti mengkaji 30.000 hasil penelitian terhadap pusat pemotongan babi di 10 provinsi di China dan rumah sakit hewan. Mereka menemukan 179 virus flu babi. Mayoritas jenis baru tersebut berasal dari babi sejak 2016. (Baca juga: WHO: Yang Terburuk dari Pandemi Virus Corona 'Belum Datang')

Para peneliti itu menyatakan virus yang dibawa babi tersebut dapat menjangkiti manusia. Para peneliti khawatir virus itu bisa bermutasi lebih jauh sehingga bisa menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain dan memicu wabah penyakit sedunia. Meskipun penemuan tersebut belum menjadi masalah darurat, menurut para ilmuwan, virus tersebut punya "semua tanda" untuk menular ke manusia sehingga perlu diawasi ketat.

Karena virus ini baru, hanya sedikit manusia atau bahkan tidak ada manusia yang kebal terhadapnya. Pengujian terhadap kekebalan manusia tidak mampu kebal terhadap flu babi variasi baru tersebut. Pengujian darah terhadap pekerja di pemotongan babi menunjukkan 10,4% di antaranya terinfeksi virus tersebut. Tes tersebut juga menunjukkan 4,4% populasi juga bisa terkena infeksi tersebut.

Virus itu telah menular dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia. “Menjadi perhatian infeksi manusia virus G4 karena adanya adaptasi manusia dan memunculkan risiko pandemi pada manusia,” demikian ungkap para peneliti.

China memang dikenal sebagai produsen daging babi terbesar di dunia. Setiap tahun, 310 juta babi diternak di China. Para peneliti juga menyarankan agar perlunya pengawasan ketat bagi orang yang bekerja di peternakan babi dan rumah potong babi. “Pengawasan sistematis terhadap virus flu pada babi menjadi peringatan penting dan kesiapan dalam menghadapi potensi pandemi mendatang,” kata para peneliti asal China tersebut.

Pandemi flu terakhir yang dihadapi khalayak dunia—wabah flu babi yang bermula di Meksiko pada 2009—kurang mematikan dari dugaan awal. Salah satu penyebab utamanya, banyak orang tua memiliki kekebalan terhadapnya, mungkin karena virus tersebut mirip dengan virus flu yang beredar bertahun-tahun sebelumnya. Virus tersebut, yang disebut A/H1N1pdm09, kini dapat dilawan dengan vaksin flu tahunan untuk memastikan masyarakat terlindungi. (Lihat videonya: Puluhan Pelanggar Lalu Lintas Tak Pakai Masker Diberi hukuman Berjemur)

Sebelumnya, pandemi virus H1N1 berakhir pada akhir 2008 dan telah menginfeksi 60,8 juta orang di Amerika Serikat (AS) pada 2010. Itu disebut juga sebagai flu babi yang berawal dari babi dan menular manusia. Total secara global kematian akibat H1NI mencapai 151.700 hingga 575.400 orang. Virus H1N1 berbeda dengan wabah flu di mana 85% kematian terjadi pada orang yang lebih muda di bawah usia 65 tahun. Padahal, virus flu umumnya menyebabkan kematian 70-90% pada usia di atas 65 tahun. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Kronologi CIA Ubah Pandangan...
Kronologi CIA Ubah Pandangan Asal-usul Covid-19, dari Kebocoran Laboratorium?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved