Apakah China Akan Invasi Taiwan Habis-habisan? Ini Jawaban Beijing

Kamis, 08 September 2022 - 11:05 WIB
loading...
A A A
Beberapa publikasi dan komentator China yang lebih hawkish memilih "pembebasan" ketika membahas desain operasi Beijing terhadap Taiwan.

Kata yang sama diterapkan pada pengambilalihan Xinjiang dan Tibet oleh China lebih dari tujuh dekade lalu.

Pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh National Press Club of Australia pada bulan Agustus, Xiao mengatakan kepada para wartawan dan pakar think tank: "Kami sedang menunggu unifikasi damai. Tapi kami tidak pernah mengesampingkan pilihan kami untuk menggunakan cara lain."

"Jadi bila perlu, bila terpaksa, kami siap menggunakan segala cara yang diperlukan. Seperti apa artinya—dengan segala cara yang diperlukan? Anda bisa menggunakan imajinasi Anda," katanya.

Dalam wawancara hari Selasa, Xiao mengutip unsur-unsur undang-undang anti-pemisahan China 2005—yang dibuat oleh pendahulu Presiden Xi Jinping, Hu Jintao, sebagai dalih untuk mengambil Taiwan dengan paksa—sebagai alasan yang mungkin memaksa Beijing untuk mengambil alih kendali pulau demokrasi itu di masa depan.

Di antara skenario, kata diplomat itu, adalah jika "kemungkinan unifikasi damai harus benar-benar habis."

Xiao juga meremehkan komentar baru-baru ini oleh Lu Shaye, duta besar China untuk Prancis, yang mengatakan bahwa masyarakat Taiwan akan membutuhkan "pendidikan ulang" setelah "disatukan kembali" dengan daratan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved