5 Negara di Dunia yang akan Membeku karena Tidak Dapat Suplai Gas Rusia

Selasa, 06 September 2022 - 17:35 WIB
loading...
5 Negara di Dunia yang...
Seorang wanita berdiri di tanggul sungai Spree saat hujan salju di Berlin, Jerman, 9 Februari 2021. Foto/REUTERS/Fabrizio Bensch
A A A
BERLIN - Sebanyak lima negara di dunia terancam membeku karena tidak mendapat suplai gas Rusia. Untuk diketahui, Rusia menjadi pemasok utama gas bagi negara-negara Eropa.

Menyusul rentetan sanksi yang diberikan atas invasinya ke Ukraina, Rusia mengancam penghentian pasokan gasnya ke negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.

Sebelumnya, Kremlin juga mengeluarkan kebijakan pembayaran gas menggunakan mata uang Rubel dan banyak menimbulkan polemik.

Kini, Eropa tengah bersiap menghadapi musim dingin. Penghentian pasokan gas Rusia tentu akan cukup berdampak pada beberapa negara yang memiliki ketergantungan terhadapnya.

Berikut lima negara di dunia yang akan membeku karena tidak mendapat suplai gas Rusia

1. Jerman

Jerman menjadi salah satu negara yang diketahui cukup bergantung kepada gas Rusia. Dikutip dari laman People’s World, sebelum perang di Ukraina, Jerman mendapatkan pasokan gas alam Rusia untuk memanaskan rumah dan menggerakan sebagian besar industrinya.

Hal ini sudah berlangsung selama beberapa dekade, bahkan selama perang dingin. Akan tetapi, setelah invasi Rusia ke Ukraina, kesepakatan pipa Nord Stream 2 yang mengangkut banyak gas ke Jerman dibatalkan.

Situasi ini sebenarnya menghadirkan masalah bagi Jerman. Karena lebih dari 40 juta penduduk menggunakan gas alam Rusia untuk memanaskan rumah mereka. Sekarang, musim dingin sudah mulai dirasakan di Berlin.

Tak hanya kekurangan sumber gas, makanan dan biaya lain juga terus mengalami kenaikan.

“Kami memperkirakan harga akan berlipat ganda. Bukan hanya pemanas rumah, itu juga memasak, air panas untuk mandi … semuanya. Membuat jendela kaca patri yang merupakan spesialisasinya juga menghabiskan banyak energi, jadi masalah yang sama berulang di bidang manufaktur dan di seluruh perekonomian,” ujar Gunter Pohl, seorang pekerja di kawasan Industri Jerman.

2. Denmark

Denmark akan menghadapi musim gugur dan musim dingin yang tidak pasti setelah pipa gas Nord Stream 1 yang memasok gas Rusia resmi ditutup.

Dikutip dari laman The Local, Menteri Iklim, Energi dan Pasokan Denmark Dan Jorgensen menyebut situasinya cukup serius.

Pihaknya mengklaim tengah mempersiapkan langkah-langkah penghematan energi baru setelah Gazprom memutuskan menutup pasokannya.

Di atas kertas, penghematan energi Denmark diprediksi bisa melewati musim dingin. Hanya saja, situasinya sangatlah tidak pasti

“Di Denmark, kami telah melakukannya dengan baik untuk menghemat gas, tetapi masih banyak yang harus dilakukan. Oleh karena itu, pesan yang sangat jelas diperlukan tentang apa yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah dan di perusahaan,” papar Jorgensen.

Sebelumnya, Pipa Nord Stream 1 biasanya mengirimkan banyak gas alam dari Rusia ke Eropa untuk memanaskan sekitar 26 juta rumah, tetapi pasokan ini telah berkurang secara signifikan sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu.

3. Hongaria

Hongaria diketahui sangat bergantung terhadap pasokan gas Rusia. Terlepas dari sanksi yang diberikan Uni Eropa kepada Rusia, Hongaria menjadi penentang sanksi tersebut.

Dikutip dari Intellinews, pihaknya menyalahkan sanksi Uni Eropa sebagai penyebab dari melonjaknya harga energi di Eropa.

Dalam hal ini, alasan Hongaria tidak bisa melepaskan gas Rusia adalah statusnya sebagai negara yang terkurung daratan.

“Karena geografi Hongaria, sebagai negara yang terkurung daratan, secara fisik tidak mungkin memastikan pasokan energi Hongaria tanpa menggunakan dan mempertimbangkan sumber gas Rusia," ujar Menlu Hongaria Peter Szijjarto.

Kehilangan pasokan gas Rusia bisa memunculkan masalah khusus pada Hungaria, termasuk bisa membuat sebagian penduduknya kedinginan.

Hal inilah yang membuatnya menolak sanksi Uni Eropa dan menandatangani perjanjian baru bersama Gazprom terkait pengiriman gas tambahan.

4. Polandia

Musim dingin bagi Polandia mungkin akan sedikit sulit untuk dilewati. Dikutip dari laman Euronews, sekitar setengah dari gas dan hampir dua pertiga dari impor minyak Polandia berasal dari Rusia.

Angka tersebut masih jauh lebih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu yang mencapai 80% impor gas dari Rusia.

Setelah Rusia mengeluarkan kebijakan pemberhentian pasokan gas, Polandia sudah mempersiapkan skenario penanganannya.

Salah satunya adalah dengan pembangunan pipa baltik. Namun, masalahnya adalah proyek tersebut belum selesai karena sempat mengalami penundaan.

Masalah terbesar yang dihadapi Polandia adalah konsumsi gas terbesar dari sektor industri yang mencapai 42 persen.

Selain itu, kebutuhan rumah tangga dan sistem pemanas juga bisa mempersulit situasi musim dingin mendatang.

5. Bulgaria

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, Uni Eropa ingin mengakhiri ketergantungan terhadap gas dan minyak Rusia. Namun, untuk beberapa negara seperti Bulgaria, langkah tersebut tampak seperti fiksi ilmiah.

Dikutip dari Rferl, Perdana Menteri Kiril Petkov menjelaskan posisi Bulgaria yang mendukung sanksi, namun hal yang berkaitan dengan penghentian impor minyak dan gas tidak bisa dilakukan.

Seperti yang diketahui, Bulgaria cukup bergantung pada minyak dan gas Rusia. Sebelumnya, Gazprom sendiri telah menghentikan pasokannya akibat Bulgaria menolak membayar dengan Rubel.

Sebelum pasokan dihentikan, Bulgaria mendapat sekitar 77% gas dari Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah mengonsumsi sekitar 3 miliar meter kubik gas per tahun.

Dari sebagian penggunaan gas di Bulgaria, sekitar dua pertiga digunakan untuk industri dan memanaskan rumah selama musim dingin.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved