Tegang dengan AS dan Israel, Iran Lengkapi 51 Kota dengan Sistem Pertahanan
Sabtu, 03 September 2022 - 20:10 WIB
loading...
Pemandangan di kota Teheran. Iran telah melengkapi 51 kota dengan sistem pertahanan di tengah ketegangan dengan AS dan Israel. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Iran telah melengkapi 51 kota dengan sistem pertahanan sipil untuk menggagalkan kemungkinan serangan asing. Hal itu diungkap seorang pejabat senior pertahanan pada Sabtu (3/9/2022), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Peralatan pertahanan sipil memungkinkan angkatan bersenjata Iran untuk mengidentifikasi dan memantau ancaman dengan menggunakan perangkat lunak sepanjang waktu sesuai dengan jenis ancaman dan risikonya,” kata Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Mehdi Farahi, seperti dikutip Reuters.
“Akhir-akhir ini, tergantung pada kekuatan negara, bentuk pertempuran menjadi lebih rumit,” kata Farahi.
Dia menambahkan bahwa bentuk perang hibrida termasuk serangan siber, biologis, dan radioaktif, telah menggantikan perang klasik.
Baca juga: Israel Beli 4 Pesawat Tanker Canggih AS, Makin Siap Serang Situs Nuklir Iran
Dia tidak menyebut negara-negara yang bisa mengancam Iran.
Iran telah menuduh Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan siber dalam beberapa tahun terakhir yang telah merusak infrastruktur negara itu.
"Peralatan pertahanan sipil memungkinkan angkatan bersenjata Iran untuk mengidentifikasi dan memantau ancaman dengan menggunakan perangkat lunak sepanjang waktu sesuai dengan jenis ancaman dan risikonya,” kata Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Mehdi Farahi, seperti dikutip Reuters.
“Akhir-akhir ini, tergantung pada kekuatan negara, bentuk pertempuran menjadi lebih rumit,” kata Farahi.
Dia menambahkan bahwa bentuk perang hibrida termasuk serangan siber, biologis, dan radioaktif, telah menggantikan perang klasik.
Baca juga: Israel Beli 4 Pesawat Tanker Canggih AS, Makin Siap Serang Situs Nuklir Iran
Dia tidak menyebut negara-negara yang bisa mengancam Iran.
Iran telah menuduh Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan siber dalam beberapa tahun terakhir yang telah merusak infrastruktur negara itu.
Lihat Juga :