Junta Militer Vonis Eks Dubes Inggris untuk Myanmar 1 Tahun Penjara

Jum'at, 02 September 2022 - 16:37 WIB
loading...
Junta Militer Vonis...
Esk Dubes Inggris untuk Myanmar Vicky Bowman dan suaminya Htein Lin masing-masing divonis 1 tahun penjara atas pelanggaran undang-undang imigrasi oleh junta militer. Foto/BBC
A A A
NAYPYITAW - Mantan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Myanmar dan suaminya masing-masing telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh junta militer negara itu.

Mantan Dubes Inggris untuk Myanmar, Vicky Bowman, dan suaminya Htein Lin, yang merupakan mantan tahanan politik, didakwa melanggar undang-undang imigrasi.

Pasangan itu ditangkap minggu lalu di rumah mereka di Yangon. Bowman menjabat sebagai duta besar di Myanmar dari 2002-2006.

Baca: Junta Militer Tahan Mantan Dubes Inggris untuk Myanmar

Dikutip dari BBC, Jumat (2/9/2022) pernyataan sebelumnya dari junta militer mengatakan Bowman telah melanggar hukum dengan tinggal di alamat di kota selain Yangon - tempat dia terdaftar - dan gagal memberi tahu pihak berwenang. Sedangkan suaminya ditangkap karena dia telah memfasilitasi pemindahan tersebut.

Bowman saat ini menjalankan Pusat Bisnis Bertanggung Jawab Myanmar, yang berbasis di Yangon.

Suaminya Htein Lin adalah seorang seniman dan mantan tahanan politik yang merupakan anggota Front Demokratik Mahasiswa Seluruh Burma, sebuah kelompok perlawanan bersenjata yang dibentuk setelah pemberontakan populer yang dipimpin mahasiswa melawan junta pada tahun 1988.

Pasangan itu menikah dan pindah ke London sebelum kembali ke Yangon pada 2013.

Penangkapan pasangan itu terjadi ketika Inggris baru-baru ini mengumumkan sanksi terhadap otoritas militer di Myanmar - bertepatan dengan peringatan lima tahun tindakan keras terhadap Muslim Rohingya di negara itu. Selama beberapa bulan pertama serangan gencar, lebih dari 6.000 orang tewas, dan ratusan ribu mengungsi.

Baca juga: Akhiri Krisis Politik, Junta Myanmar Siap Duduk Satu Meja dengan Suu Kyi

Sebelumnya pada hari Jumat, pengadilan yang dijalankan militer di Myanmar juga menghukum mantan pemimpin Aung San Suu Kyi tiga tahun penjara lagi atas tuduhan kecurangan pemilu.

Rezim junta militer Myanmar telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.

Awal bulan ini, para jenderal memperpanjang aturan darurat mereka hingga 2023 karena negara itu masih terbelah oleh pertempuran internal.

Junta merebut kekuasaan tahun lalu setelah menggulingkan pemerintahan Aung Sung Suu Kyi yang dipilih secara demokratis.

Baca juga: Pengadilan Myanmar Beri Suu Kyi Tambahan Hukuman Penjara 6 Tahun

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Berita Terkini
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved