Amerika-Korsel Gelar Latihan Militer Gabungan Terbesar

Rabu, 31 Agustus 2022 - 21:44 WIB
loading...
Amerika-Korsel Gelar...
Amerika-Korsel Gelar Latihan Militer Gabungan Terbesar. FOTO/Reuters
A A A
SEOUL - Kurang dari 32 km dari perbatasan dengan Korea Utara (Korut), pasukan gabungan Korea Selatan (Korsel) dan pasukan Amerika Serikat (AS) mengadakan latihan tembak-menembak besar-besaran pada Rabu (31/8/2022). Artileri, tank, dan senjata lainnya dilibatkan dalam latihan tersebut.

Seperti dilaporkan Reuters, Korsel dan AS melanjutkan latihan lapangan terbesar dalam beberapa tahun, setelah sebelumnya upaya diplomatik dan pembatasan COVID-19 menyebabkan banyak latihan dikurangi.

Baca: Korsel dan AS Latihan Perang Gabungan dengan Kapal Induk Nuklir

Sekutu melihat latihan itu sebagai bagian penting dari upaya mereka untuk mencegah Korut dan persenjataan nuklirnya yang berkembang. Tetapi, Korut menyebut latihan itu sebagai latihan untuk perang.

Itu adalah latihan tingkat divisi pertama untuk Divisi Infanteri ke-2/Divisi Gabungan ROK-AS, satu-satunya divisi multinasional militer AS yang dibentuk pada tahun 2015. ROK adalah inisial nama resmi Korea Selatan.

Latihan termasuk tembakan langsung dari howitzer Amerika dan Korea Selatan, tank, senapan mesin, dan mortir. Pesawat serang A-10 dan helikopter Apache juga berpartisipasi.

Peluru dari howitzer menghantam lereng gunung di Rodriguez Life Fire Complex, saat tank tempur utama dari kedua belah pihak bermanuver dan menembakkan senjata mereka ke sasaran, mengirimkan gelombang kejut ke seluruh lembah.

Baca: Ketegangan dengan Korut Meningkat, AS-Korsel Lanjutkan Latihan Militer

Kolonel Brandon Anderson, wakil komandan divisi untuk manuver, mengatakan, latihan itu tidak ditujukan pada satu musuh, tetapi mereka jelas memperhitungkan "alasan aliansi AS-ROK" - mengacu pada Korut.

“Latihan-latihan itu dirancang untuk mensimulasikan pertempuran dengan musuh “dekat” yang dapat menandingi sekutu dalam kemampuan,” kata Anderson.

“Kami sedang berlatih untuk operasi tempur skala besar,” kata Anderson. Ia mencatat bahwa konflik di Ukraina telah memberikan pelajaran tentang perlunya meningkatkan kemampuan artileri dan pengawasan jarak jauh dan pengintaian.

Dia membantah bahwa latihan ini termasuk di antara yang tertunda karena alasan politik, tetapi mengatakan COVID-19 dan tantangan logistik untuk melakukan latihan multinasional dengan amunisi tajam membuat sekutu tidak dapat melakukan latihan sampai sekarang.

Baca: Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer

Banyak latihan besar antara kedua negara yang dibatalkan mulai tahun 2018, ketika Presiden AS saat itu Donald Trump mencoba membujuk pemimpin Korut, Kim Jong Un untuk menyerahkan senjata nuklirnya. COVID-19 kemudian mengganggu lebih banyak latihan.

Seorang mantan pejabat senior pertahanan mengatakan kepada Reuters bahwa dalam banyak kasus pasukan AS dan Korea Selatan terus berlatih tetapi tidak mempublikasikannya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved