Saran Trump Suntik Disiinfektan Bikin Banyak Warga AS Keracunan

Senin, 27 April 2020 - 12:28 WIB
loading...
A A A
"Jadi, kita harus mengeluarkan peringatan itu untuk memastikan bahwa orang tidak melakukan sesuatu seperti itu, yang akan membunuh orang karena melakukannya," ujarnya, yang dilansir Senin (27/4/2020).

Whitmer menggemakan ucapan Hogan pada program "Sunday's This Week". "Kami telah melihat peningkatan jumlah orang yang menghubungi pusat kendali keracunan dan jadi saya pikir sangat penting bahwa setiap dari kita dengan platform agar menyebarkan informasi yang akurat secara medis," katanya.

"Saya ingin mengatakan, jangan ada yang menggunakan desinfektan—untuk dicerna guna melawan COVID-19," paparnya. "Tolong jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu," imbuh Whitmer.

Peringatan mereka datang dua hari setelah Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois Dr Ngozi Ezike mengatakan bahwa negara bagian itu juga telah melihat lonjakan panggilan telepon ke pusat kendali keracunan Illinois terkait dengan paparan zat pembersih sejak Kamis. Pernyataan Ezike dikeluarkan pada briefing coronavirus Illinois pada hari Jumat.

"Menyuntikkan, menelan, atau menghirup pembersih rumah tangga adalah berbahaya. Tidak disarankan, dan itu bisa mematikan," kata Ezike, yang bergabung dengan ratusan pejabat kesehatan masyarakat domestik yang meminta orang untuk tidak menggunakan metode itu untuk mengobati COVID-19.

Ketika diminta oleh Newsweek untuk menanggapi laporan tentang lonjakan panggilan telepon ke pusat-pusat kendali racun di AS, seorang juru bicara Gedung Putih menyalahkan media karena mengutip pernyataan Trump di luar konteks.

"Media telah kehilangan kendali dengan kesalahan karakterisasi mereka dan tajuk berita aneh tentang apa yang dikatakan Presiden, dan sama sekali mengabaikan bahwa dia secara konsisten menekankan bahwa orang Amerika harus berkonsultasi dengan dokter mereka mengenai pengobatan virus corona," kata juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany, dalam sebuah email.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved