Empat Alasan yang Bisa Memaksa Rusia Luncurkan Perang Nuklir
Minggu, 28 Agustus 2022 - 00:34 WIB
loading...
A
A
A
Mengomentari kemungkinan penggunaan senjata atom taktis, atau senjata yang mengandung uranium, Medvedev mencatat bahwa Rusia tidak pernah menerapkannya, tidak seperti beberapa negara Barat.
“Selama 20-30 tahun terakhir, negara-negara NATO telah menggunakannya dengan cukup aktif baik di Yugoslavia maupun Irak. Ada beberapa ketidakpastian seputar topik ini, dengan konsekuensi yang sangat tragis. Jadi, dalam hal ini, pertama-tama kita harus melihat apa yang telah dilakukan negara-negara Barat dalam situasi tertentu,” kata mantan presiden Rusia tersebut.
"Tanggapan Rusia akan konsisten dengan ukuran ancaman yang dihadapi negara ini,” ujarnya. Menurutnya, serangan militer Moskow di Ukraina, yang dimulai pada akhir Februari, adalah tindakan defensif.
Salah satu alasan serangan itu, lanjut dia, adalah pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang mengatakan pada satu titik bahwa Kiev tidak menutup kemungkinan memulihkan potensi nuklirnya.
“Rupanya dia ingin menakut-nakuti kami, tetapi pada akhirnya dia menciptakan suasana yang lebih berat, yang pada akhirnya memaksa Federasi Rusia untuk meluncurkan operasi militer khusus,” katanya.
Pekan lalu, Ivan Nechaev, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa Moskow tidak perlu menggunakan opsi nuklir di Ukraina, dan bahwa Rusia adalah kekuatan nuklir yang bertanggung jawab, yang hanya akan menggunakan senjata atomnya jika keberadaannya benar-benar berada di bawah ancaman.
“Selama 20-30 tahun terakhir, negara-negara NATO telah menggunakannya dengan cukup aktif baik di Yugoslavia maupun Irak. Ada beberapa ketidakpastian seputar topik ini, dengan konsekuensi yang sangat tragis. Jadi, dalam hal ini, pertama-tama kita harus melihat apa yang telah dilakukan negara-negara Barat dalam situasi tertentu,” kata mantan presiden Rusia tersebut.
"Tanggapan Rusia akan konsisten dengan ukuran ancaman yang dihadapi negara ini,” ujarnya. Menurutnya, serangan militer Moskow di Ukraina, yang dimulai pada akhir Februari, adalah tindakan defensif.
Salah satu alasan serangan itu, lanjut dia, adalah pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang mengatakan pada satu titik bahwa Kiev tidak menutup kemungkinan memulihkan potensi nuklirnya.
“Rupanya dia ingin menakut-nakuti kami, tetapi pada akhirnya dia menciptakan suasana yang lebih berat, yang pada akhirnya memaksa Federasi Rusia untuk meluncurkan operasi militer khusus,” katanya.
Pekan lalu, Ivan Nechaev, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, menyatakan bahwa Moskow tidak perlu menggunakan opsi nuklir di Ukraina, dan bahwa Rusia adalah kekuatan nuklir yang bertanggung jawab, yang hanya akan menggunakan senjata atomnya jika keberadaannya benar-benar berada di bawah ancaman.
(min)
Lihat Juga :