India Bebaskan 11 Pemerkosa Wanita Muslim yang Sedang Hamil, Demo Besar Pecah
Minggu, 28 Agustus 2022 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
Korban pemerkosaan, yang hanya ditulis dengan inisial BB—dan kini berusia 40-an tahun—, baru-baru ini mengatakan keputusan pemerintah negara bagian Gujarat telah membuatnya mati rasa dan menggoyahkan keyakinannya pada keadilan.
Korban sedang hamil ketika dia diperkosa secara brutal dalam kekerasan komunal pada tahun 2002 di Gujarat, yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang, sebagian besar Muslim, tewas.
Itu menjadi kerusuhan komunal terburuk yang pernah dialami India sejak kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1947. Tujuh anggota kelompok tersebut keluarga wanita itu, termasuk putrinya yang berusia tiga tahun, juga tewas dalam kekerasan tersebut.
“Seluruh negara harus menuntut jawaban langsung dari perdana menteri negara ini,” kata Kavita Krishnan, seorang aktivis terkemuka, seperti dikutip AP.
Para pejabat di Gujarat, di mana Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi memegang kekuasaan, mengatakan bahwa permohonan remisi terpidana diberikan karena mereka telah menyelesaikan lebih dari 14 tahun penjara.
Menurut mereka, ke-11 terpidana memenuhi syarat di bawah kebijakan remisi tahun 1992. Namun, versi baru dari kebijakan yang diadopsi pada tahun 2014 oleh pemerintah federal melarang pembebasan remisi bagi mereka yang dihukum karena kejahatan tertentu, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan.
Korban sedang hamil ketika dia diperkosa secara brutal dalam kekerasan komunal pada tahun 2002 di Gujarat, yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang, sebagian besar Muslim, tewas.
Itu menjadi kerusuhan komunal terburuk yang pernah dialami India sejak kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1947. Tujuh anggota kelompok tersebut keluarga wanita itu, termasuk putrinya yang berusia tiga tahun, juga tewas dalam kekerasan tersebut.
“Seluruh negara harus menuntut jawaban langsung dari perdana menteri negara ini,” kata Kavita Krishnan, seorang aktivis terkemuka, seperti dikutip AP.
Para pejabat di Gujarat, di mana Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi memegang kekuasaan, mengatakan bahwa permohonan remisi terpidana diberikan karena mereka telah menyelesaikan lebih dari 14 tahun penjara.
Menurut mereka, ke-11 terpidana memenuhi syarat di bawah kebijakan remisi tahun 1992. Namun, versi baru dari kebijakan yang diadopsi pada tahun 2014 oleh pemerintah federal melarang pembebasan remisi bagi mereka yang dihukum karena kejahatan tertentu, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan.
Lihat Juga :