Jadi Sasaran Empuk, Rusia Dilaporkan Tarik Jet Tempur dari Crimea

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 10:51 WIB
loading...
Jadi Sasaran Empuk,...
Rusia dilaporkan menarik sejumlah jet tempurnya dari Crimea pasca sejumlah serangan yang diduga dilakukan oleh Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
SEVASTOPOL - Rusia menarik jet-jet tempur mereka dari Crimea setelah sejumlah serangan yang diduga dilakukan oleh Ukraina . Demikian laporan rahasia NATO yang didapatkan Business Insider.

Menurut laporan itu, Rusia telah memindahkan 10 jet tempurnya yaitu enam Su-35S dan empat jet MiG-31BM dari Crimea dan masuk ke Rusia. Pemindahan itu akan terus berlanjut sampai semua jet tempur dipindahkan.

Sepuluh jet pertama dipindahkan dari lapangan terbang Belbek di Crimea ke Kushchevskaya dan Marinovka, dua wilayah di Rusia.

"Rusia telah menyebarkan 10x pesawat tempur dari Crimea ke lapangan udara lain di daratan Rusia untuk kemungkinan mencegah kerugian lebih lanjut dari serangan Ukraina," kata laporan itu seperti dikutip dari Business Insider, Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Mantan Presiden Rusia Prediksi Kudeta Militer di Ukraina

Seperti yang dilaporkan Business Insider sebelumnya, memindahkan aset-aset ini lebih jauh dari garis depan dapat mempersulit Rusia untuk menggunakannya dalam operasi di Ukraina.

"Lapangan terbang Belbek, yang terletak di dekat Sevastopol, adalah lapangan udara utama Rusia yang memberikan dukungan di Ukraina selatan dan Laut Hitam," kata laporan NATO.

Laporan tersebut mencatat bahwa pada saat publikasinya, 32 jet tempur Rusia tetap berada di lapangan terbang Belbek. Mereka sebagian besar adalah jet tempur Su-27 Flanker J, tetapi ada juga sejumlah kecil SU-35S dan MiG-31BM.

"Pesawat-pesawat ini kemungkinan tidak cukup untuk mempertahankan tingkat dukungan udara yang sama di wilayah tersebut," kata laporan itu.

Baca juga: AS Jelaskan Mengapa Ukraina Tidak Dapat Rudal Jarak Jauh

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Rusia juga telah meningkatkan jumlah rudal permukaan-ke-udara taktisnya di Crimea untuk mempertahankan diri dari serangan kendaraan udara tak berawak Ukraina.

“UAV Ukraina sulit untuk ditargetkan Rusia karena IADS (Sistem Pertahanan Udara Terpadu) C2 yang buruk, kemungkinan kelemahan di seluruh spektrum penuh upaya angkatan bersenjata Rusia dalam konflik Ukraina,” kata laporan itu.

Laporan tersebut mengacu pada serangkaian serangan yang tampak di Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia secara ilegal pada tahun 2014. Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun pejabat Ukraina telah menyatakan bahwa negara itu terlibat.

Beberapa ledakan menghantam pangkalan udara Saki dan markas angkatan laut Rusia di Sevastopol. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk merebut kembali Crimea yang diduduki.

Baca juga: Zelensky: Perang Rusia Akan Berakhir di Crimea

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved