Mantan PM Pakistan Imran Khan Hendak Ditangkap, Ratusan Pendukung Berkumpul di Rumahnya

Senin, 22 Agustus 2022 - 16:13 WIB
loading...
Mantan PM Pakistan Imran...
Ratusan pendukung mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan berkumpul pada Senin (22/8/2022) di luar rumahnya di puncak bukit di Islamabad. Foto/twitter
A A A
ISLAMABAD - Ratusan pendukung mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan berkumpul pada Senin (22/8/2022) di luar rumahnya di puncak bukit di ibu kota, Islamabad.

“Mereka bersumpah mencegah penangkapan Khan atas tuduhan anti-terorisme,” ungkap pejabat partai politiknya.

Langkah itu menyusul kasus polisi yang diajukan terhadap Khan pada Sabtu karena mengancam pejabat pemerintah dalam pidato publik tentang dugaan penyiksaan polisi terhadap salah satu ajudannya dituduh menghasut pemberontakan di militer.

Baca juga: Rusia Ungkap Kemungkinan Akhiri Perang di Ukraina

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang mengambil alih setelah penggulingan Khan dalam mosi tidak percaya pada April.

"Jika Imran Khan ditangkap ... kami akan mengambil alih Islamabad," tegas seorang mantan menteri di kabinetnya, Ali Amin Gandapur, di Twitter, saat beberapa pemimpin partai mendesak para pendukungnya mempersiapkan mobilisasi massa.

Mantan rekan menteri lainnya, Murad Saeed, mengatakan kepada saluran televisi domestik bahwa polisi telah mengeluarkan perintah untuk penangkapan Khan.

Baca juga: Pemimpin Spiritual Partai Yahudi Ultra-ortodoks Terbesar di Israel Meninggal

Namun, polisi Islamabad menolak mengkonfirmasi hal ini. Penggunaan undang-undang anti-terorisme sebagai dasar kasus terhadap para pemimpin politik tidak jarang di Pakistan.

Sebelumnya, pemerintahan Khan juga menggunakannya untuk melawan lawan-lawan dan pengkritiknya.

Laporan polisi pada Sabtu, dilihat Reuters, mengutip komentar Khan bahwa dia “tidak akan mengampuni” kepala kepolisian Islamabad dan seorang hakim wanita atas penangkapan ajudannya.

"Tujuan pidato itu adalah untuk menyebarkan teror di antara polisi dan pengadilan serta mencegah mereka melakukan tugas mereka," ungkap kepolisian dalam laporan itu.

Pakar hukum mengatakan ancaman publik mempertaruhkan nyawa para pejabat, dan sebenarnya sama dengan mengancam negara, sehingga tuduhan anti-terorisme berlaku.

Militer juga menjadi sasaran Khan, yang mengatakan militer tidak membantunya menangkal konspirasi Amerika Serikat (AS) yang menggulingkannya. Tuduhan itu dibantah Washington.

Militer yang telah memerintah secara langsung selama lebih dari tiga dekade dalam 75 tahun sejarah Pakistan, telah menolak klaim Khan. Militer juga membantah ikut campur dalam politik.

Regulator media elektronik Pakistan telah melarang transmisi langsung pidato Khan karena dianggap sebagai tindakan menghasut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Dewan Penasihat Danantara...
Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ada Mantan PM Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved