Profil Chiang Kai-shek, Pendiri Pemerintahan Demokratis Taiwan
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Setahun setelah Jepang hengkang dari China, perang saudara meletus di China antara Kuomintang dan pasukan komunis.
Hasilnya, perang dimenangkan oleh pihak komunis di bawah komando Mao Zedong. Kemenangan itu membuat Mao mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat China.
Lantas, apa yang terjadi dengan Chiang? Ia melarikan diri ke Taiwan, mendirikan kembali pemerintahan Republik China dan mengangkat dirinya sebagai presiden pada 1950.
Ia mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) untuk memodernisasi Taiwan, terutama di jalur ekonomi. Di tahun 1955, AS menandatangani perjanjian yang menjamin pertahanan Taiwan.
Chiang Kai-shek hadir sebagai sosok yang menjadi idola banyak orang. Ia terkenal dengan perkataannya, “Kita hidup untuk saat ini, kita bermimpi untuk masa depan, dan kita belajar untuk kebenaran abadi.”
Di usia 87 tahun, tepatnya pada 5 April 1975, Chiang Kai-shek meninggal dunia. Pertikaian antara China dan Taiwan pun masih berlanjut hingga saat ini.
Hasilnya, perang dimenangkan oleh pihak komunis di bawah komando Mao Zedong. Kemenangan itu membuat Mao mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat China.
Lantas, apa yang terjadi dengan Chiang? Ia melarikan diri ke Taiwan, mendirikan kembali pemerintahan Republik China dan mengangkat dirinya sebagai presiden pada 1950.
Ia mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) untuk memodernisasi Taiwan, terutama di jalur ekonomi. Di tahun 1955, AS menandatangani perjanjian yang menjamin pertahanan Taiwan.
Chiang Kai-shek hadir sebagai sosok yang menjadi idola banyak orang. Ia terkenal dengan perkataannya, “Kita hidup untuk saat ini, kita bermimpi untuk masa depan, dan kita belajar untuk kebenaran abadi.”
Di usia 87 tahun, tepatnya pada 5 April 1975, Chiang Kai-shek meninggal dunia. Pertikaian antara China dan Taiwan pun masih berlanjut hingga saat ini.
(sya)
Lihat Juga :