Ajudan Zelensky Ancam Runtuhkan Jembatan Terpanjang di Eropa

Kamis, 18 Agustus 2022 - 05:01 WIB
loading...
Ajudan Zelensky Ancam...
Jet tempur Rusia terbang di atas jembatan penghubung daratan Rusia dan Semenanjung Krimea pada 25 November 2018. Foto/REUTERS/Pavel Rebrov
A A A
KIEV - Jembatan Krimea Rusia yang merupakan struktur terbesar dari jenisnya di Eropa, "harus dihancurkan," menurut seorang ajudan Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, Mikhail Podolyak.

“Ini adalah konstruksi ilegal dan pintu gerbang utama untuk memasok tentara Rusia di Krimea,” papar Mikhail Podolyak kepada Guardian pada Selasa, menjelaskan mengapa Kiev ingin menyerangnya.

Jembatan itu dibangun setelah Krimea memisahkan diri dari Ukraina, menyusul kudeta bersenjata di Kiev pada 2014 dan memilih dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia.

Baca juga: China Blak-blakan Akui Latihan Militer Bersama Rusia Tahun Ini

Jembatan ini membentuk koneksi jalan dan kereta api langsung dengan Krimea, yang sebelumnya hanya dapat dicapai dari seluruh Rusia melalui laut atau udara.

Jembatan ini sebagian besar digunakan oleh lalu lintas sipil.

Podolyak adalah pejabat Ukraina terbaru yang mengkonfirmasi niat Kiev menyerang struktur tersebut.

Baca juga: Taiwan Pamer Jet Tempur Paling Canggih setelah Latihan Militer China

Pernyataan itu muncul saat dia tampaknya mengisyaratkan Ukraina sedang dalam proses melakukan serangkaian tindakan sabotase di Krimea.

Sejak pekan lalu, dua lokasi terpisah di semenanjung Krimea telah diguncang ledakan dahsyat di lokasi militer yang digunakan untuk menyimpan amunisi.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengakui yang terbaru, yang terjadi pada Selasa di dekat desa Mayskoye di Krimea utara, sebagai tindakan sabotase.

Kiev belum secara resmi mengklaim pelaku insiden tersebut, tetapi banyak pejabat Ukraina mengisyaratkan inilah masalahnya, dengan Podolyak mengikuti pola tersebut dalam wawancaranya dengan surat kabar Inggris.

“Saya tentu setuju dengan Kementerian Pertahanan Rusia, yang memprediksi lebih banyak insiden semacam ini dalam dua, tiga bulan ke depan. Saya pikir kita mungkin melihat lebih banyak dari itu terjadi,” tutur dia.

Ajudan presiden Ukraina itu menyebut serangan klandestin yang diklaim sebagai "serangan balasan" yang sifatnya berbeda dari jenis aksi militer yang biasanya digambarkan dengan istilah ini.

“Serangan balasan Ukraina terlihat sangat berbeda (dari Rusia). Kami tidak menggunakan taktik tahun 60-an dan 70-an, abad terakhir,” ujar dia.

The Guardian menyatakan Podolyak mungkin secara diam-diam mengakui kegagalan Ukraina mengumpulkan pasukan dan senjata untuk serangan balik yang sebenarnya terhadap pasukan Rusia di medan perang.

Para pejabat tinggi Ukraina selama berminggu-minggu berjanji upaya merebut kembali kota Kherson akan segera dimulai, dengan beberapa bahkan mengklaim operasi itu sudah berlangsung.

Podolyak mengatakan kepada BBC pekan lalu bahwa "semua pernyataan publik" oleh pejabat Ukraina adalah "perang psikologis" yang bertujuan menurunkan moral tentara Rusia.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved