Mantan Tentara Afghanistan yang Dilatih AS Bisa Direkrut Rusia, China, dan Iran

Senin, 15 Agustus 2022 - 21:33 WIB
loading...
Mantan Tentara Afghanistan...
Tentara Nasional Afghanistan berada di distrik Deh Yak, Ghazni, Afghanistan, 27 Januari 2020. Foto/REUTERS/Mustafa Andaleb
A A A
WASHINGTON - Mantan personel keamanan Afghanistan dengan “pengetahuan sensitif tentang operasi Amerika Serikat (AS)” dapat direkrut Rusia, China, dan Iran.

Para personil itu banyak yang tertinggal setelah penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan.

Kekhawatiran itu diungkapkan anggota parlemen AS dari Partai Republik dalam laporan sementara yang belum dirilis, seperti dikutip Reuters pada Minggu (14/8/2022).

“Ini terutama benar mengingat laporan bahwa beberapa mantan personel militer Afghanistan telah melarikan diri ke Iran,” tulis anggota Partai Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS pada peringatan tahun pertama perebutan Kabul oleh Taliban.

Baca juga: Rusia: Ukraina Sudah Bangkrut, Tak Bisa Penuhi Kewajiban pada Rakyatnya

Taliban merebut ibu kota Afghanistan dengan sedikit atau tanpa perlawanan pada Agustus 2021, selama tahap akhir penarikan pasukan AS.

Jatuhnya Kabul mendorong evakuasi yang sibuk oleh negara-negara Barat untuk warga negara mereka dan para pembantu asal Afghanistan.

Baca juga: Pasukan Rusia Segera Terima Berbagai Senjata Kecil Mutakhir Tercanggih

Seorang ajudan komite mengatakan kepada Washington Post bahwa sekitar 3.000 personel keamanan Afghanistan menyeberang ke Iran, membawa peralatan dan kendaraan mereka.

"Kami percaya ini terjadi karena mereka tidak dievakuasi oleh AS atau sekutu kami, dan karena itu tidak punya pilihan lain," papar ajudan itu.

Laporan itu menuduh Presiden AS Joe Biden salah menangani proses penarikan dan menyatakan lebih dari 800 warga AS tertinggal ketika evakuasi selesai pada 31 Agustus 2021, menurut Post.

Surat kabar itu mengutip seorang ajudan yang mengatakan 84 warga AS berusaha meninggalkan Afghanistan pada akhir bulan lalu.

Michael McCaul, tokoh Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengatakan kepada Face the Nation di CBS pada Minggu bahwa pemerintahan Biden “tidak memiliki rencana” untuk penarikan itu.

Gedung Putih menolak laporan itu sebagai partisan dan “dipenuhi dengan karakterisasi yang tidak akurat, informasi yang tidak tepat, dan klaim palsu.”

“Ketika Presiden Biden menjabat, dia dihadapkan pada pilihan: meningkatkan perang dan menempatkan lebih banyak pasukan Amerika dalam bahaya, atau akhirnya mengakhiri perang terpanjang Amerika Serikat setelah dua dekade presiden Amerika mengirim pasukan AS untuk berperang dan mati di Afghanistan,” ujar Adrienne Watson, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Laporan yang berjudul “Kegagalan Strategis: Menilai Penarikan Administrasi Afghanistan” diharapkan akan dipublikasikan pekan ini, menurut The Hill.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved