Putin Kirim Surat pada Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Ini Isinya

Senin, 15 Agustus 2022 - 16:58 WIB
loading...
Putin Kirim Surat pada...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korut Kim Jong-un berjabat tangan saat bertemu di Vladivostok, Russia, 25 April 2019. Foto/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim surat kepada Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Lantas apa isi surat tersebut?

Dalam surat itu, Putin menyatakan kedua negara akan “memperluas hubungan bilateral yang komprehensif dan konstruktif dengan upaya bersama.”

Kabar tentang surat Putin itu diungkap media pemerintah Korut pada Senin (15/8/2022).

Dalam surat kepada Kim untuk memperingati Hari Pembebasan Korea, Putin mengatakan hubungan yang lebih erat akan menjadi kepentingan kedua negara.

Baca juga: Penulis Harry Potter Dukung Salman Rusdie, JK Rowling Diancam Dibunuh

“Putin menjelaskan, hubungan erat itu akan membantu memperkuat keamanan dan stabilitas semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur Laut,” ungkap laporan kantor berita Korea Utara KCNA.

Kim juga mengirim surat kepada Putin yang mengatakan persahabatan Rusia-Korea Utara telah terjalin dalam Perang Dunia II dengan kemenangan atas Jepang, yang telah menduduki semenanjung Korea.

“Kerja sama strategis dan taktis, dukungan dan solidaritas antara kedua negara telah mencapai tingkat yang baru adalah upaya bersama mereka untuk menggagalkan ancaman dan provokasi dari pasukan militer yang bermusuhan,” papar Kim dalam suratnya untuk Putin.

Baca juga: Selandia Baru Kirim 120 Tentara ke Inggris untuk Latih 800 Prajurit Ukraina

KCNA tidak mengidentifikasi kekuatan musuh yang dimaksud Kim, tetapi biasanya menggunakan istilah itu untuk merujuk pada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Kim memperkirakan kerja sama antara Rusia dan Korea Utara akan tumbuh berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 2019 ketika dia bertemu Putin secara langsung.

Korea Utara pada bulan Juli mengakui dua "republik rakyat" yang memisahkan diri yang didukung Rusia di Ukraina timur sebagai negara merdeka.

Para pejabat meningkatkan prospek pekerja asal Korea Utara dikirim ke daerah tersebut untuk membantu dalam konstruksi dan tenaga kerja lainnya.

Ukraina, yang menolak invasi Rusia yang digambarkan oleh Moskow sebagai “operasi militer khusus”, segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Korut atas dukungan tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved