Penulis Harry Potter Dukung Salman Rusdie, JK Rowling Diancam Dibunuh

Senin, 15 Agustus 2022 - 16:26 WIB
loading...
A A A
Kemungkinan motif serangan itu adalah novelnya tahun 1988 yang berjudul “The Satanic Verses”, yang dikutuk beberapa Muslim karena diduga menghina Islam dan kitab sucinya, Alquran.

Pada tahun 1989, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa yang menyerukan kematian Rushdie.

Meski Iran secara resmi mencabut dekrit ini, satu yayasan keagamaan Iran masih memberikan hadiah USD3,3 juta untuk kepala penulis pada tahun 2012.

Tersangka penikaman adalah Hadi Matar, berumur 24 tahun, warga New Jersey. Menurut temuan awal, Matar “bersimpati terhadap ekstremisme Syiah dan Iran.”

Menurut keluarga Rushdie, penulis itu sekarang pulih dari luka-lukanya di rumah sakit dan telah melepas ventilator.

Rushdie dirawat karena luka-luka termasuk tiga luka tusuk di lehernya, empat luka tusuk di perutnya, dan luka di mata kanan dan dada. Akibatnya, sang novelis bisa kehilangan mata kanannya.

JK Rowling bukan satu-satunya figur publik terkemuka yang mengutuk serangan itu dan menawarkan dukungan kepada Salman Rushdie.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengecam penusukan itu.

Stephen King, penulis terkenal lainnya, menyatakan harapan Rushdie baik-baik saja.

Antara lain, yang mengirim pesan dukungan, adalah Neil Gaiman, penulis Inggris, serta Ian McEwan dan Arundhati Roy, keduanya penulis pemenang Booker Prize.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1549 seconds (10.55#12.26)