Terungkap, Ini Detail Serangan yang Nyaris Tewaskan Novelis Ayat-ayat Setan Salman Rushdie
Selasa, 11 Februari 2025 - 08:39 WIB
loading...
Sidang pengadilan di AS mendengar pengungkapan detail serangan mengerikan yang nyaris menewaskan novelis Ayat-ayat Setan Salman Rushdie. Foto/X @SalmanRushdie
A
A
A
WASHINGTON - Sidang kasus serangan mengerikan yang nyaris menewaskan Salman Rushdie, novelis "The Satanic Verses" atau "Ayat-ayat Setan", dibuka di Amerika Serikat (AS) pada hari Senin waktu setempat.
Terdakwa, Hadi Matar, seorang warga Amerika keturunan Lebanon berusia 27 tahun, berteriak "bebaskan Palestina" saat dibawa ke ruang sidang.
Dia didakwa atas percobaan pembunuhan dan penyerangan atas serangan pada 12 Agustus 2022 di sebuah acara seni di wilayah barat negara bagian New York.
Baca Juga: Novelis Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Buta Satu Mata, Tangan Lumpuh
Jaksa penuntut mengatakan kepada hakim bahwa Salman Rushdie "hampir mati" dalam serangan brutal yang membuatnya buta pada satu mata.
Matar dituduh menikam Rushdie sekitar 10 kali dengan pisau, membuatnya dalam kondisi kritis dan kehilangan penglihatan di mata kanannya.
Jaksa Penuntut Umum Distrik, Jason Schmidt, menceritakan detail bagaimana Rushdie, yang telah menghadapi ancaman pembunuhan sejak novelnya tahun 1988 "The Satanic Verses" dirilis, baru saja duduk di amfiteater di hadapan sekitar 1.000 orang.
"Seorang pria muda bertubuh sedang yang mengenakan topeng wajah berwarna gelap...muncul dari belakang teater," kata Schmidt.
"Begitu berada di atas panggung, dia dengan cepat berlari sekuat tenaga," ujarnya, yang dilansir AFP, Selasa (11/2/2025).
"(Matar) dengan kuat dan efisien serta cepat menusukkan pisau ke tubuh Rushdie berulang kali...mengayunkan, menebas kepala, leher, perut, paha atas Rushdie," papar jaksa tersebut.
Terdakwa, Hadi Matar, seorang warga Amerika keturunan Lebanon berusia 27 tahun, berteriak "bebaskan Palestina" saat dibawa ke ruang sidang.
Dia didakwa atas percobaan pembunuhan dan penyerangan atas serangan pada 12 Agustus 2022 di sebuah acara seni di wilayah barat negara bagian New York.
Baca Juga: Novelis Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Buta Satu Mata, Tangan Lumpuh
Jaksa penuntut mengatakan kepada hakim bahwa Salman Rushdie "hampir mati" dalam serangan brutal yang membuatnya buta pada satu mata.
Matar dituduh menikam Rushdie sekitar 10 kali dengan pisau, membuatnya dalam kondisi kritis dan kehilangan penglihatan di mata kanannya.
Jaksa Penuntut Umum Distrik, Jason Schmidt, menceritakan detail bagaimana Rushdie, yang telah menghadapi ancaman pembunuhan sejak novelnya tahun 1988 "The Satanic Verses" dirilis, baru saja duduk di amfiteater di hadapan sekitar 1.000 orang.
"Seorang pria muda bertubuh sedang yang mengenakan topeng wajah berwarna gelap...muncul dari belakang teater," kata Schmidt.
"Begitu berada di atas panggung, dia dengan cepat berlari sekuat tenaga," ujarnya, yang dilansir AFP, Selasa (11/2/2025).
"(Matar) dengan kuat dan efisien serta cepat menusukkan pisau ke tubuh Rushdie berulang kali...mengayunkan, menebas kepala, leher, perut, paha atas Rushdie," papar jaksa tersebut.
Lihat Juga :