Pangkalan Crimea Dibumihanguskan, Mengapa Sistem Rudal S-400 Rusia Tak Beraksi?
Senin, 15 Agustus 2022 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jika rudal jarak jauh menyerang Pangkalan Udara Saky, ini menempatkan jembatan di tempat yang rentan dan kehancurannya akan membebani Putin dengan lebih banyak penghinaan.
Analis dan mantan Mayor Jenderal Angkatan Darat Australia Mick Ryan menjelaskan di Twitter bahwa rentetan ledakan dahsyat itu merusak Rusia jauh melampaui kerusakan pesawatnya.
Pangkalan tersebut memberikan dukungan udara untuk Armada Laut Hitam Rusia, yang sekarang jauh lebih rentan terhadap serangan Ukraina bersama dengan semenanjung lainnya.
“Ukraina jelas sekarang dapat membuat sebagian besar Crimea dalam bahaya. Dan bukan hanya pangkalan udara. Armada Laut Hitam, bahan bakar, amunisi, tempat perbaikan, dan infrastrukturnya sekarang rentan. Ini menempatkan Rusia dalam kesulitan yang nyata," tulis Ryan di Twitter, seperti dikutip Intellinews, Senin (15/8/2022).
Akibatnya, Rusia dapat meningkatkan pertahanan udaranya atau mengevaluasi kembali sistem militer apa yang mereka pangkalankan di wilayah tersebut.
Namun, lanjut Ryan, kegagalan sistem S-400 dan sistem pertahanan udara lainnya tidak diragukan lagi akan melemahkan kepercayaan Rusia pada perangkat keras pertahanan mereka. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan keragu-raguan dari pembeli asing.
Ukraina memuji ledakan itu sebagai kemenangan, yang pada gilirannya meningkatkan moral yang sangat dibutuhkan dibantu oleh meme viral di media sosial.
Akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan Ukraina bahkan men-tweet gambar ledakan di samping caption berbunyi; “Kementerian Pertahanan Ukraina ingin mengingatkan semua orang bahwa kehadiran pasukan pendudukan di wilayah Crimea Ukraina tidak sesuai dengan tingginya musim turis."
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tidak secara langsung merujuk ledakan itu dalam pidato malamnya; namun, dia menyatakan bahwa perang harus diakhiri dengan pembebasan Crimea.
"Crimea adalah Ukraina dan kami tidak akan pernah menyerah", katanya.
Analis dan mantan Mayor Jenderal Angkatan Darat Australia Mick Ryan menjelaskan di Twitter bahwa rentetan ledakan dahsyat itu merusak Rusia jauh melampaui kerusakan pesawatnya.
Pangkalan tersebut memberikan dukungan udara untuk Armada Laut Hitam Rusia, yang sekarang jauh lebih rentan terhadap serangan Ukraina bersama dengan semenanjung lainnya.
“Ukraina jelas sekarang dapat membuat sebagian besar Crimea dalam bahaya. Dan bukan hanya pangkalan udara. Armada Laut Hitam, bahan bakar, amunisi, tempat perbaikan, dan infrastrukturnya sekarang rentan. Ini menempatkan Rusia dalam kesulitan yang nyata," tulis Ryan di Twitter, seperti dikutip Intellinews, Senin (15/8/2022).
Akibatnya, Rusia dapat meningkatkan pertahanan udaranya atau mengevaluasi kembali sistem militer apa yang mereka pangkalankan di wilayah tersebut.
Namun, lanjut Ryan, kegagalan sistem S-400 dan sistem pertahanan udara lainnya tidak diragukan lagi akan melemahkan kepercayaan Rusia pada perangkat keras pertahanan mereka. Selain itu, hal itu juga dapat menyebabkan keragu-raguan dari pembeli asing.
Ukraina memuji ledakan itu sebagai kemenangan, yang pada gilirannya meningkatkan moral yang sangat dibutuhkan dibantu oleh meme viral di media sosial.
Akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan Ukraina bahkan men-tweet gambar ledakan di samping caption berbunyi; “Kementerian Pertahanan Ukraina ingin mengingatkan semua orang bahwa kehadiran pasukan pendudukan di wilayah Crimea Ukraina tidak sesuai dengan tingginya musim turis."
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tidak secara langsung merujuk ledakan itu dalam pidato malamnya; namun, dia menyatakan bahwa perang harus diakhiri dengan pembebasan Crimea.
"Crimea adalah Ukraina dan kami tidak akan pernah menyerah", katanya.
(min)
Lihat Juga :