Pangkalan Crimea Dibumihanguskan, Mengapa Sistem Rudal S-400 Rusia Tak Beraksi?

Senin, 15 Agustus 2022 - 14:02 WIB
loading...
A A A
Meskipun rudal Neptune dirancang untuk mencapai target di laut, Kevliuk menunjukkan bahwa misil tersebut dapat menggunakan koordinat GPS untuk mencapai target darat.

Anehnya, tidak ada rudal yang terlihat dalam rekaman dari ledakan tersebut. Dengan demikian, serangan pesawat tak berawak adalah kemungkinan lain, seperti serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia di Rostov Oblast, 160 km di belakang garis depan, pada bulan Juni.

Namun, para ahli yang diwawancarai oleh NV Ukraine tidak menganggap ini sebagai opsi yang realistis dan mencatat bahwa ATACMS adalah rudal balistik yang terbang ke objek hampir secara vertikal dengan kecepatan tinggi, yang berarti sulit untuk dilihat di video normal.

Pakar lain menduga ada sabotase di Pangkalan Udara Saky. Julian Röpcke, pakar yang juga jurnalis Bild, menunjukkan bahwa tiga dari kawah, seperti yang ditunjukkan citra satelit, tepat di bawah tiga penyimpanan amunisi untuk jet.

Berbeda dengan serangan rudal yang sangat presisi, Röpcke menunjukkan bahwa ledakan itu bisa menandakan bangunan penyimpanan amunisi disabotase dengan bahan peledak dan diledakkan dari jarak jauh oleh pasukan khusus Ukraina.

Selain itu, seorang pejabat senior Ukraina yang tidak disebutkan namanya berbicara dengan The New York Times mengeklaim bahwa “pasukan perlawanan partisan” terlibat dalam serangan itu tetapi tidak mengkonfirmasi apakah mereka melakukan serangan tersebut atau membantu Kementerian Pertahanan Ukraina dalam menargetkan Pangkalan Udara Saky.

Terlepas dari itu, dampak 12 ledakan tersebut sangat besar dan menandakan pergeseran perang.

Moskow tidak menyangka Ukraina akan mampu melakukan serangan 200km di belakang garis depan dan insiden itu mengguncang banyak warga Rusia yang sedang berlibur di wilayah Crimea.

Ribuan wisatawan telah melarikan diri dan kembali ke rumah mereka, menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jembatan Kerch, yang menghubungkan Semenanjung Crime ke Rusia.

Untuk moral dan propaganda Rusia, ini menghancurkan. Presiden Rusia Vladimir Putin mencaplok semenanjung itu pada tahun 2014, menyebabkan lonjakan peringkat popularitasnya dengan Crimea yang melambangkan kesuksesannya.

Jembatan Kerch selesai dibangun pada Desember 2017 yang mewakili “penyatuan kembali” Crimea dan Rusia dan memberikan akses mudah kepada wisatawan Rusia ke semenanjung tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved