Bubarkan Unjuk Rasa, Taliban Pukuli Demonstran Wanita di Kabul

Minggu, 14 Agustus 2022 - 01:00 WIB
loading...
Bubarkan Unjuk Rasa,...
Bubarkan Unjuk Rasa, Taliban Pukuli Demonstran Wanita di Kabul. FOTO/Reuters
A A A
KABUL - Anggota Taliban dilaporkan memukuli pengunjuk rasa wanita dan menembak ke udara pada Sabtu (13/8/2022), ketika mereka dengan kasar membubarkan rapat umum yang jarang terjadi di ibu kota Afghanistan , Kabul.

Seperti dilaporkan AFP, sekitar 40 wanita - meneriakkan "Roti, pekerjaan dan kebebasan" - berbaris di depan gedung Kementerian Pendidikan di Kabul. Lalu, para anggota Taliban membubarkan mereka dengan menembakkan senjata mereka ke udara.

Baca: Ulama Taliban Tewas dalam Ledakan di Kabul, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Beberapa pengunjuk rasa wanita yang berlindung di toko-toko terdekat dikejar dan dipukuli oleh anggota Taliban dengan popor senapan mereka.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "15 Agustus adalah hari hitam" karena mereka menuntut hak untuk bekerja dan partisipasi politik. “Keadilan, keadilan. Kami muak dengan ketidaktahuan,” teriak para pengunjuk rasa, banyak dari mereka tidak mengenakan cadar, sebelum mereka bubar.

Beberapa jurnalis yang meliput protes itu—pertemuan wanita pertama dalam beberapa bulan—juga dipukuli oleh para pejuang Taliban. Setelah merebut kekuasaan, Taliban telah menjanjikan versi yang lebih lembut dari pemerintahan Islam yang keras yang menandai tugas pertama mereka dalam kekuasaan dari tahun 1996 hingga 2001.

Baca: Taliban Gelar Pertemuan Bahas Respons Serangan Drone AS yang Tewaskan Bos Al-Qaeda

Tetapi banyak pembatasan telah diberlakukan. Puluhan ribu anak perempuan telah dikucilkan dari sekolah menengah, sementara perempuan dilarang kembali ke banyak pekerjaan pemerintah.

Wanita juga dilarang bepergian sendirian dalam perjalanan jauh, dan hanya dapat mengunjungi taman umum dan taman di ibu kota pada hari-hari terpisah dari pria.

Pada bulan Mei, pemimpin tertinggi dan kepala Taliban di negara itu, Hibatullah Azkhundzada, bahkan memerintahkan wanita untuk menutupi diri mereka sepenuhnya di depan umum, termasuk wajah mereka – idealnya dengan burqa.

Baca: Taliban Kesal karena AS Habisi Pemimpin al-Qaeda Zawahiri di Afghanistan

Beberapa wanita Afganistan pada awalnya mendorong kembali ke trotoar, mengadakan protes kecil. Tetapi Taliban segera menangkap para pemimpin kelompok itu, menahan mereka tanpa komunikasi sambil menyangkal bahwa mereka telah ditahan.

Kekerasan ini muncul beberapa hari menjelang ulang tahun pertama kembalinya kelompok garis keras Islam itu ke tampuk kekuasaan di Afghanistan. Sejak merebut kekuasaan pada 15 Agustus tahun lalu, Taliban telah mengembalikan keuntungan marjinal yang dibuat oleh perempuan selama dua dekade intervensi AS di Afghanistan.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved