3 Penyebab Kapal China Muncul di Perairan Filipina, Salah Satunya Berkaitan dengan AS

Rabu, 30 April 2025 - 19:05 WIB
loading...
3 Penyebab Kapal China...
Kapal penjaga pantai China muncul di perairan Filipina. Foto/X/@jaytaryela
A A A
MANILA - Kapal China yang muncul di perairan Filipina di awal tahun 2025 ini jadi penyebab mulai memanasnya konflik antar kedua negara terkait pembagian wilayah perairan.

Konflik di Laut China Selatan sendiri telah jadi sengketa maritim yang kompleks, melibatkan klaim teritorial yang tumpang tindih dari beberapa negara, terutama Tiongkok, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Salah satu kapal yang diturunkan oleh China di perairan Filipina itu adalah kapal penjaga pantai terbesar yang telah mendapatkan moniker 'Monster Ship'. Kedatangan kapal tersebut telah memaksa Manila untuk memobilisasi aset udara dan laut dari penjaga militer dan pantai.

Penjaga Pantai Filipina (PCG) menyatakan bahwa Penjaga Pantai China (CCG) tidak memiliki otoritas hukum di daerah di bawah hukum Filipina, UNCLOS, dan Penghargaan Arbitrase 2016. Kapal 'Monster' China dengan nomor kupu-kupu 5901 terlihat 54 mil laut dari Pulau Capones, Zambales.

3 Penyebab Kapal China Muncul di Perairan Filipina

1. Penegasan Klaim Teritorial di Laut China Selatan

China terus menunjukkan kehadirannya di Laut China Selatan sebagai bagian dari strategi memperkuat klaim historisnya atas wilayah tersebut. Di awal 2025, kemunculan kapal-kapal China di perairan Filipina, termasuk di sekitar Pag-asa Island (Thitu Island) dan Second Thomas Shoal, dinilai sebagai upaya Beijing untuk menegaskan kedaulatannya.

Menurut laporan Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), China kerap menggunakan kapal coast guard dan militer untuk melakukan patroli agresif di zona yang diklaim Manila sebagai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)-nya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Berita Terkini
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved