5 Alasan Mahathir Mohammad Membenci Singapura, Salah Satunya Hidup dalam Bayang-bayang Lee Kuan Yew
Rabu, 30 April 2025 - 19:25 WIB
loading...
Mahathir Mohammad dikenal sangat membenci Singapura. Foto/X/@straits_canton
A
A
A
KUALA LUMPUR - Mantan PM Mahathir Mohammad bisa menyimpan dendam kepada Singapura , yang dulunya adalah negara bagian Malaysia. Ketidaksukaan terhadap Singapura itu diucapkan berulang kali.
Sakit hati mendalam Mahathir itu memiliki akar permasalahan yang jelas dan nyata. Salah satunya adalah Singapura lebih maju dan sukses dibandingkan dengan Malaysia. Selain itu, banyak personal yang menghantui Mahathir.
Dalam artikel, "Mahathir masih hidup dalam bayang-bayang Lee Kuan Yew", artikel tersebut menyimpulkan hubungan yang tidak harmonis antara kedua negara sebagai kelanjutan dari hubungan Mahathir di masa lalu dengan Singapura dan perdana menteri pertamanya. Artikel tersebut masih relevan hingga kini.
Berdasarkan judul artikel, satu alasan kuat untuk pendekatan Mahathir terhadap Singapura sekarang adalah bahwa ia belum beranjak dari era sebelumnya ketika ia menjadi perdana menteri dari tahun 1981 hingga 2003.
Dan sebagai rekan Lee Kuan Yew, ada banyak masalah yang belum terselesaikan.
Sakit hati mendalam Mahathir itu memiliki akar permasalahan yang jelas dan nyata. Salah satunya adalah Singapura lebih maju dan sukses dibandingkan dengan Malaysia. Selain itu, banyak personal yang menghantui Mahathir.
5 Alasan Mahathir Mohammad Membenci Singapura, Salah Satunya Hidup dalam Bayang-bayang Lee Kuan Yew
1. Hidup dalam Bayang-bayang Lee Kuan Yew
Nikkei Asian Review, jurnal bisnis mingguan yang terhormat di Jepang, pernah menjelaskan pertentangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terhadap Singapura, pada 2019 silam.Dalam artikel, "Mahathir masih hidup dalam bayang-bayang Lee Kuan Yew", artikel tersebut menyimpulkan hubungan yang tidak harmonis antara kedua negara sebagai kelanjutan dari hubungan Mahathir di masa lalu dengan Singapura dan perdana menteri pertamanya. Artikel tersebut masih relevan hingga kini.
Berdasarkan judul artikel, satu alasan kuat untuk pendekatan Mahathir terhadap Singapura sekarang adalah bahwa ia belum beranjak dari era sebelumnya ketika ia menjadi perdana menteri dari tahun 1981 hingga 2003.
Dan sebagai rekan Lee Kuan Yew, ada banyak masalah yang belum terselesaikan.
Lihat Juga :