Menteri Kesehatan Ukraina Tuding Rusia Blokir Akses ke Obat-obatan

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 23:53 WIB
loading...
Menteri Kesehatan Ukraina...
Menteri Kesehatan Ukraina Tuding Rusia Blokir Akses ke Obat-obatan. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Menteri Kesehatan Ukraina , Viktor Liashko, menuduh pihak berwenang Rusia telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia menuding Moskow memblokir akses ke obat-obatan yang terjangkau di daerah-daerah yang telah diduduki pasukan Rusia sejak menginvasi Ukraina Februari silam.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Liashko mengatakan, pihak berwenang Rusia berulang kali telah memblokir upaya untuk menyediakan obat-obatan yang disubsidi negara kepada orang-orang di kota-kota dan desa-desa yang diduduki.

Baca: Viral, Ukraina Ledek Turis Rusia Menangis di Crimea usai 12 Ledakan Dahsyat

“Sepanjang enam bulan perang, Rusia tidak (mengizinkan) koridor kemanusiaan yang layak, sehingga kami dapat menyediakan obat-obatan kami sendiri kepada pasien yang membutuhkannya,” kata Liashko, berbicara di Kementerian Kesehatan di Kiev, Jumat (12/8/2022) malam.

“Kami percaya bahwa tindakan ini diambil dengan niat oleh Rusia, dan kami menganggapnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang akan didokumentasikan dan akan diakui,” lanjut Liashkko.

Pemerintah Ukraina memiliki program yang menyediakan obat untuk penderita kanker dan kondisi kesehatan kronis. Penghancuran rumah sakit dan infrastruktur bersama dengan pemindahan sekitar 7 juta orang di dalam negeri juga telah mengganggu bentuk perawatan lain, menurut pejabat PBB dan Ukraina.

Perang di Ukraina telah menyebabkan gangguan parah pada layanan kesehatan yang dikelola negara, yang sedang menjalani reformasi besar, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang pada 24 Februari.

Baca: Zelensky Perintahkan Pejabat Ukraina Setop Bahas Taktik Militer pada Wartawan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mencatat 445 serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya pada 11 Agustus, yang secara langsung mengakibatkan 86 kematian dan 105 luka-luka.

Tapi, Liashko mengatakan efek sekundernya jauh lebih parah. “Ketika jalan dan jembatan rusak di daerah-daerah yang sekarang dikuasai oleh pasukan Ukraina, sulit untuk membawa seseorang yang mengalami serangan jantung atau stroke ke rumah sakit,” katanya.

“Terkadang, kita tidak bisa tepat waktu, ambulans tidak bisa sampai tepat waktu. Itu sebabnya perang menyebabkan lebih banyak korban (daripada yang tewas dalam pertempuran). Itu angka yang tidak bisa dihitung,” jelasnya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved