Pria Bersenjata Sandera Staf Bank di Beirut, Tuntut Uangnya Kembali

Jum'at, 12 Agustus 2022 - 00:30 WIB
loading...
Pria Bersenjata Sandera...
Seorang pria bersenjata menyandera staf bank di Beirut, menuntut uangnya kembali. Foto/Reuters
A A A
BEIRUT - Seorang pria bersenjata menyandera staf sebuah bank di wilayah Hamra Beirut, Lebanon . Diduga, ia menuntut agar bank mengembalikan uangnya yang dibekukan setelah krisis keuangan melanda negara itu.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pria itu memegang pistol dan berteriak pada karyawan Bank Federal untuk mengembalikan uangnya. Tidak jelas berapa banyak sandera di dalam bank.

Tentara Lebanon berdiri menunggu di luar cabang bank dan juru bicara militer mengatakan bahwa rincian situasi penyanderaan belum jelas.

Menurut Serikat Deposan Lebanon, ayah dari pria bersenjata itu berada di rumah sakit dan membutuhkan uang USD50.000 atau sekitar Rp734 juta untuk perawatan medis.

Baca juga: Hizbullah Peringatkan Israel Tak Serang Pejuang Palestina di Lebanon

"Pria itu hanya mampu menarik USD1.000 (Rp146 juta) dari rekeningnya selama tiga tahun terakhir, meskipun memiliki deposit sebesar USD209.000 (Rp3 miliar)," serikat itu menambahkan seperti dikutip dari Al Araby, Jumat (12/8/2022).

Al Araby belum dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

Bank-bank di Lebanon membekukan rekening deposan kecil dan menengah setelah krisis keuangan melanda negara itu pada 2019, yang pada dasarnya menyita tabungan mayoritas deposan Lebanon.

Bank menutup rekening tanpa otorisasi sebelumnya dari parlemen dan telah menolak rencana penyelamatan keuangan yang menempatkan beban kerugian ekonomi pada rakyat biasa Lebanon.

Baca juga: Pejabat Palestina Dibunuh di Lebanon, Beberapa Jam usai Gencatan Senjata Gaza

Serikat Deposan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sementara mereka bersikeras mengikuti jalur hukum untuk mengumpulkan simpanan, mereka menganggap otoritas politik, perbankan dan peradilan bertanggung jawab atas kekerasan apa pun.

"Kami tidak memiliki negara seperti yang seharusnya dan sebagai hasilnya, orang-orang terpaksa mengambil tindakan sendiri," kata Dina Abu Zour, seorang pengacara dari Serikat Deposan, kepada Al Araby.

Itu adalah insiden "Robin Hood" ketiga dalam satu tahun terakhir dengan deposan menduduki bank dengan berbagai tingkat kekuatan untuk mendapatkan simpanan mereka. Pada bulan Januari, seorang pria yang membawa granat menyandera di sebuah bank Bekaa dan berhasil menarik simpanannya.

Mohammed Beydoun, presiden sebuah LSM lokal yang menduduki bank tahun lalu untuk mendapatkan dana bagi penerimanya, mengatakan bahwa dia tidak menyesal melakukannya.

Baca juga: Lebanon dan Iran Marah Gaza Diserang, Hizbullah Janji Basmi Total Israel

"Saya terkejut bahwa setiap orang yang memiliki uang di bank dapat memulai dari nol," kata Beydoun kepada Al Araby.

Tak satu pun dari mereka yang menduduki bank telah didakwa dengan kejahatan, karena uang mereka secara teknis ditahan secara ilegal.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Israel Rebut Kastil...
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved