NATO Ungkap Tujuan Utamanya dalam Perang Rusia dan Ukraina

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 07:50 WIB
loading...
NATO Ungkap Tujuan Utamanya...
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Foto/REUTERS
A A A
OSLO - Salah satu tujuan utama NATO dalam konflik Ukraina adalah mencegah "perang skala penuh" dengan Rusia.

Sekretaris Jenderal aliansi Jens Stoltenberg mengungkapkan hal itu pada Kamis (4/8/2022).

“Dalam konflik ini, NATO memiliki dua tugas: mendukung Ukraina dan mencegah perang meningkat menjadi perang skala penuh antara NATO dan Rusia,” papar Stoltenberg dalam pidatonya di Norwegia.

Kepala blok militer itu menggambarkan konflik Rusia-Ukraina sebagai “situasi paling berbahaya di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.”

Baca juga: Zelensky Tuding Amnesty International Dukung Terorisme, Ini Alasannya

Dia menambahkan Moskow tidak boleh dibiarkan menang. “Jika Rusia memenangkan perang, (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan yakin bahwa kekerasan akan berhasil. Kemudian negara tetangga lainnya mungkin menjadi yang berikutnya,” ujar Stoltenberg.

Sejak dimulainya operasi militer Rusia pada 24 Februari, Ukraina telah menerima bantuan militer besar dari negara-negara NATO, dengan persenjataan bernilai miliaran dolar mengalir ke negara itu.

Bantuan militer semacam itu telah berulang kali dikritik Moskow.

Baca juga: Taiwan Samakan China dengan Korea Utara karena Lakukan Ini

Pada Juli, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam wawancara kepada RT bahwa Ukraina sedang "dipompa" dengan perangkat keras militer Barat.

Lavrov menegaskan, "Ukraina dipaksa menggunakan senjata ini dengan cara yang semakin berisiko sehingga mencegah Kiev membuat tindakan konstruktif apa pun."

Dalam pidatonya pada Kamis, Stoltenberg mengklaim Putin pada akhirnya gagal mencapai tujuannya, karena bukannya NATO mengurangi kehadirannya di Eropa Timur dan memperlambat ekspansinya, aliansi tersebut telah menjadi "lebih kuat dan lebih terkonsolidasi" dengan aksesi yang akan datang, Swedia dan Finlandia.

“Memperkuat pertahanan di sisi timur NATO sangat penting, di tengah upaya mencegah kemenangan Rusia di Ukraina,” papar dia.

Namun demikian, dia menegaskan kembali bahwa NATO bukan “pihak dalam konflik” dan tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.

Dalam wawancara sebelumnya dengan penyiar publik Norwegia NRK, kepala NATO itu menunjukkan aliansi itu tidak berkewajiban campur tangan dalam konflik karena Ukraina bukan negara anggota.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk mendukung Ukraina, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan semua negara yang menjadi tanggung jawab NATO,” papar dia.

Sebelum meluncurkan operasinya, Rusia berulang kali mengatakan pihaknya memandang ekspansi NATO ke arah timur sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.

Pada Desember 2021, Moskow mengajukan banding ke Amerika Serikat (AS) dan aliansi untuk jaminan hukum bahwa NATO akan menghentikan ekspansinya dan menahan diri dari mengerahkan sistem senjata yang mampu menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

Namun, NATO menjawab anggotanya dan kandidat aksesi yang memutuskan apakah akan bergabung dengan aliansi atau tidak.

Stoltenberg berbicara di kamp tahunan yang diadakan di pulau Utoya oleh sayap pemuda Partai Buruh Norwegia, yang dipimpinnya hingga 2014.

Pulau itu menjadi berita utama pada 2011, ketika ekstremis sayap kanan Norwegia Anders Breivik menembaki kamp setelah meledakkan bom truk di gedung pemerintah Oslo untuk mengalihkan perhatian polisi. Pembantaian itu menewaskan 77 orang.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved