Rusia Dukung Upaya Junta Myanmar Stabilkan Negara

Rabu, 03 Agustus 2022 - 20:34 WIB
loading...
Rusia Dukung Upaya Junta...
Rusia Dukung Upaya Junta Myanmar Stabilkan Negara. FOTO/Reuters
A A A
YANGON - Rusia mendukung upaya junta Myanmar untuk "menstabilkan" negara yang dilanda krisis. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov Rabu (3/8/2022) selama pembicaraan dengan para jenderal tinggi, menurut media pemerintah Rusia.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak perebutan kekuasaan militer tahun lalu, dengan lebih dari 2.100 orang tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, menurut pemantau lokal.

Baca: ASEAN Sangat Terganggu dan Kecewa dengan Eksekusi Aktivis Myanmar

"Kami dalam solidaritas dengan upaya (oleh junta) yang bertujuan menstabilkan situasi di negara ini," kata Lavrov selama pembicaraan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, menurut kantor berita TASS.

Rusia adalah sekutu utama dan pemasok senjata junta yang terisolasi, dan telah dituduh oleh kelompok hak asasi mempersenjatai militer dengan senjata yang digunakan untuk menyerang warga sipil sejak kudeta tahun lalu.

"Tahun depan, Anda akan mengadakan pemilihan legislatif dan kami berharap Anda sukses membuat negara Anda lebih kuat dan lebih sejahtera," tambah Lavrov, mengacu pada pemilihan Agustus 2023. Pemilihan itu dinilai penentang kudeta tidak akan berlangsung bebas dan tidak adil.

Baca: Menlu ASEAN Dorong Tindakan yang Lebih Keras pada Myanmar

Lavrov dijadwalkan melakukan perjalanan ke pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kamboja, di mana diplomat tinggi junta telah dikeluarkan karena penolakannya untuk terlibat dalam dialog dengan lawan-lawannya.

Kunjungannya dilakukan setelah junta memicu kemarahan internasional baru pekan lalu ketika mengumumkan telah mengeksekusi empat tahanan, termasuk seorang mantan anggota parlemen dan seorang aktivis demokrasi, dalam penggunaan hukuman mati pertama di negara itu dalam beberapa dasawarsa.

Junta belum mengomentari kunjungan Lavrov. Dengan pemerintah Barat memberlakukan sanksi setelah kudeta dan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, junta semakin beralih ke China dan Rusia.

Baca: Protes Eksekusi Aktivis, Kemenlu Prancis Panggil Dubes Myanmar

Kepala Junta Min Aung Hlaing berada di Moskow dalam kunjungan "pribadi" pada bulan Juli dan dilaporkan bertemu dengan pejabat dari badan antariksa dan nuklir Moskow.

Tentara telah membenarkan perebutan kekuasaannya dengan menuduh penipuan besar-besaran selama pemilihan umum pada tahun 2020, ketika Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi mengalahkan partai yang didukung militer.

Tahun lalu, ia membatalkan hasil jajak pendapat, mengatakan bahwa mereka telah menemukan lebih dari 11 juta kasus penipuan pemilih. Pengamat internasional mengatakan bahwa pemungutan suara sebagian besar bebas dan adil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved