Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei

Minggu, 11 Mei 2025 - 12:14 WIB
loading...
Putin Usul Rusia-Ukraina...
Presiden Rusia Vladimir Putin usul perundingan langsung tanpa prasyarat dengan Ukraina di Istanbul pada 15 Mei 2025. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengusulkan perundingan langsung tanpa prasyarat dengan Ukraina di Istanbul pada 15 Mei 2025. Menurutnya, perundingan tersebut untuk mencapai perdamaian abadi dan menghilangkan akar penyebab konflik selama tiga tahun terakhir.

Tawaran itu, yang disampaikan pada Minggu (11/5/2025) pagi, muncul beberapa jam setelah pemimpin Ukraina, Prancis, Jerman, Polandia, dan Inggris menyerukan gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari yang akan dimulai pada hari Senin besok.

Para pemimpin tersebut, yang bertemu di Kyiv, mengatakan seruan mereka didukung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mengancam sanksi baru yang "besar-besaran" terhadap Moskow jika tidak setuju dengan rencana mereka.

Baca Juga: Ini Jawaban Rusia setelah Ditekan untuk Gencatan Senjata 30 Hari dengan Ukraina

Putin tidak secara eksplisit menanggapi seruan itu dalam komentarnya, tetapi mengecam "ultimatum" Eropa dan "retorika anti-Rusia" sebelum menguraikan usulan balasan untuk negosiasi Rusia-Ukraina yang diperbarui.

"Kami mengusulkan agar Kyiv melanjutkan negosiasi langsung tanpa prasyarat apa pun," kata Putin kepada wartawan, seperti dikutip dari Al-Jazeera.

“Kami menawarkan kepada otoritas Kyiv untuk melanjutkan negosiasi pada hari Kamis, di Istanbul.”

Putin mengatakan bahwa dia akan berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu tentang memfasilitasi pembicaraan tersebut.

Tidak ada tanggapan langsung dari Ukraina terhadap usulan Putin.

Namun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa dia siap untuk perundingan damai, tetapi hanya setelah gencatan senjata diberlakukan.

Invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022, telah menewaskan ratusan ribu tentara dan memicu konfrontasi paling parah antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962.

Negosiator Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan langsung di Istanbul pada minggu-minggu awal konflik, tetapi gagal mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved