Menlu ASEAN Dorong Tindakan yang Lebih Keras pada Myanmar
Senin, 01 Agustus 2022 - 23:39 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
PHNOM PENH - Malaysia akan memimpin dorongan untuk tindakan lebih keras terhadap Myanmar , ketika blok regional Menteri Luar Negeri ASEAN bertemu minggu ini. Belakangan, kemarahan memuncak pada junta militer untuk menghalangi upaya resolusi krisis.
Sepuluh negara anggota ASEAN - yang sejauh ini telah mempelopori upaya diplomatik yang sia-sia untuk memulihkan perdamaian - pekan lalu mengutuk eksekusi empat tahanan oleh junta.
Baca: Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Termasuk Sekutu Aung San Suu Kyi
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari tahun lalu dan jumlah korban tewas dari tindakan brutal militer terhadap perbedaan pendapat telah melewati 2.100, menurut kelompok pemantau lokal.
Pertemuan para menteri di Phnom Penh, yang dimulai pada Rabu (3/8/2022), diperkirakan akan menyesali kurangnya kemajuan dalam rencana “konsensus lima poin” ASEAN, yang disepakati pada April tahun lalu, yang menyerukan diakhirinya segera kekerasan dan dialog antara junta dan lawan kudeta.
“Selain menyuarakan “keprihatinan mendalam” tentang perkembangan terakhir dan menyerukan untuk menahan diri, para menteri juga akan menuntut tindakan nyata untuk secara efektif dan sepenuhnya menerapkan Konsensus Lima Poin,” menurut rancangan komunike yang diperoleh AFP.
Sepuluh negara anggota ASEAN - yang sejauh ini telah mempelopori upaya diplomatik yang sia-sia untuk memulihkan perdamaian - pekan lalu mengutuk eksekusi empat tahanan oleh junta.
Baca: Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Termasuk Sekutu Aung San Suu Kyi
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari tahun lalu dan jumlah korban tewas dari tindakan brutal militer terhadap perbedaan pendapat telah melewati 2.100, menurut kelompok pemantau lokal.
Pertemuan para menteri di Phnom Penh, yang dimulai pada Rabu (3/8/2022), diperkirakan akan menyesali kurangnya kemajuan dalam rencana “konsensus lima poin” ASEAN, yang disepakati pada April tahun lalu, yang menyerukan diakhirinya segera kekerasan dan dialog antara junta dan lawan kudeta.
“Selain menyuarakan “keprihatinan mendalam” tentang perkembangan terakhir dan menyerukan untuk menahan diri, para menteri juga akan menuntut tindakan nyata untuk secara efektif dan sepenuhnya menerapkan Konsensus Lima Poin,” menurut rancangan komunike yang diperoleh AFP.
Lihat Juga :