Aksinya Memakan Hiu Besar Viral, Vlogger Cantik Ini Terancam Dipenjara

Selasa, 02 Agustus 2022 - 17:56 WIB
loading...
Aksinya Memakan Hiu...
Tizi, food vlogger China memakan hiu putih besar yang terancam punah. Aksinya yang viral ini membuatnya terancam dipenjara. Foto/via IB Times
A A A
BEIJING - Seorang vlogger makanan di China terancam hukuman penjara lima tahun setelah secara ilegal memasak dan memakan ikan hiu putih besar yang dilindungi. Dia menyantap ikan besar secara live dengan cepat menjadi viral.

Vlogger berparas cantik ini secara online dikenal sebagai Tizi. Dia menyiarkan langsung dirinya menyantap daging hiu yang dipanggang, yang menurut polisi dia beli secara ilegal.

“Ini mungkin terlihat ganas, tetapi dagingnya benar-benar sangat empuk,” katanya dalam video, yang memicu kemarahan publik secara online.

Dalam video tersebut, Tizi, yang memiliki sekitar delapan juta pengikut di saluran streaming China; Douyin, terlihat meletakkan hiu sepanjang enam kaki di sebuah toko makanan laut di kota barat daya Nanchong di provinsi Sichuan.

Baca juga: Ratusan Lumba-lumba Dibantai dengan Tombak, Ubah Teluk Faroe Jadi Merah Darah

Dia membuka bungkus ikan besar itu di depan orang banyak yang penasaran, bahkan berbaring di sebelahnya untuk menunjukkan ukurannya dibandingkan dengan dirinyaa.

Hiu tersebut dibelah dua sebelum akhirnya dipanggang dan kepalanya direbus dalam kaldu pedas.

Dia kemudian berbagi makanan dengan penduduk desa setempat yang semuanya mengoceh tentang rasanya.

Pada video yang di-posting 14 Juli, dia mengeklaim bahwa hiu itu dapat dimakan dan dikembangbiakkan di penangkaran--meskipun ini telah ditentang oleh para pengguna media sosial.

Hiu putih besar biasanya kawin hanya di alam liar dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai kematangan seksual.

Videonya yang viral telah dihapus dari akun Tizi setelah mendapat reaksi keras dari publik.

Salah satu pengguna platform media sosial China Weibo berkomentar; “Dia benar-benar makan apa saja untuk menarik bola mata. Saya ngeri ketika melihatnya memakan ekor buaya."

Mengutip South China Morning Post, Selasa (2/8/2022), Tizi dengan cepat menumbuhkan pengikut online-nya berkat kombinasi "tampilan manis" dan "pilihan makanannya yang berani".

Sebelumnya, dia telah berbagi video lain tentang dirinya yang memakan hewan eksotis, termasuk buaya dan burung unta yang dimasak dengan bumbu.

Polisi di Nanchong sedang menyelidiki kasus Tizi memakan ikan hiu putih yang dilindungi. Hal itu disampaikan biro pertanian dan pedesaan kota setempat, sebagaimana dilaporkan The Beijing News.

Biro tersebut telah menentukan bahwa hewan itu adalah hiu putih besar yang terancam punah, bukan hiu gigi kait seperti yang diklaim oleh Tizi.

Seorang pejabat setempat mengeklaim hukumannya bisa lebih berat jika hiu itu masih remaja.

Pengacara di Beijing, Chang Yachun, mengatakan Tizi menghadapi hukuman lima tahun penjara atau penahanan kriminal dan denda jika terbukti bersalah membeli produk satwa liar langka dan terancam punah secara ilegal.

Tetapi jika dia dihukum karena kejahatan yang sangat serius, lanjut Chang, dia dapat dijatuhi hukuman setidaknya 10 tahun penjara dan juga menghadapi denda atau penyitaan propertinya.

Beberapa orang yang diduga memperoleh hiu dari provinsi Fujian, China timur telah ditahan.

Menurut laporan media lokal, toko lokal yang ditampilkan dalam video Tizi tidak ada hubungannya dengan pembelian hiu, dan hanya digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar.

China semakin berupaya menindak perdagangan hewan yang melanggar hukum untuk makanan dan obat-obatan setelah pandemi COVID-19.

Sebuah editorial di situs berita milik pemerintah; The Paper, melaporkan betapa sulitnya logistik untuk mengangkut hiu sepanjang dua meter dari pantai ke Nanchong, sekitar 1.100 mil (1770 km) jauhnya.

“Kita harus menindak keras perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar yang terancam punah dan menghilangkan rantai kriminalnya,” bunyi editorial tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved