Perang Rusia-Ukraina Masuki Hari Ke-155, Siapa yang Menang Sejauh Ini?
Kamis, 28 Juli 2022 - 20:32 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-155 pada Kamis (28/7/2022). Kedua pihak sama-sama mengeklaim unggul. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A
A
A
KIEV - Perang Moskow dan Kiev berlarut-larut dan telah memasuki hari ke-155 pada Kamis (28/7/2022. Baik Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ini akan berjalan sesuai keinginan mereka.
Kedua belah pihak secara lahiriah yakin meraih kesuksesan tertinggi, tetapi apa artinya itu? Dan seberapa besar kemungkinan hasil seperti itu?
Putin akhir-akhir ini berhati-hati untuk tidak meningkatkan harapan tentang hasil perang di Ukraina—yang oleh Rusia disebut sebagai "operasi militer khusus”. Sedangkan Zelensky dan pemerintahnya berekspektasi bahwa tujuan mereka adalah untuk membebaskan semua wilayah Ukraina yang direbut oleh Rusia—termasuk Crimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.
Invasi Putin berdalih untuk demiliterisasi dan de-Nazi-fikasi Ukraina, yang secara tegas ditepis Kiev.
Baca juga: Ukraina Ancam Invasi Balik Rusia, Perang Makin Memanas
Namun tidak jadi bergabung dengan NATO seperti yang dikhawatirkan Rusia sebelumnya, tetapi masih bercita-cita untuk menjadi anggota Uni Eropa.
Terlepas dari semua itu, fakta bahwa Ukraina akan tetap dipersenjatai dengan berat oleh negara-negara Barat—mungkin sampai perang berakhir.
Keuntungan Rusia
Meskipun dilaporkan mengalami kemunduran awal karena gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kiev, pasukan Rusia perlahan-lahan mengambil kendali atas wilayah Donbas di Ukraina timur. Saat ini, pasukan Moskow masih menguasai petak besar wilayah yang menghubungkan Crimea dengan wilayah Rusia timur.
Kegagalan Rusia untuk merebut Kiev mungkin merupakan hal yang memalukan, tetapi Putin selalu dapat berargumen bahwa tujuan utama invasi adalah untuk mengamankan kemerdekaan republik Donetsk dan Luhansk, dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Putin mengatakan pada awal invasi tidak ada niat untuk menduduki seluruh Ukraina. Itu berarti dia akan dapat menampilkan wilayah apa pun yang diperoleh selain mengamankan Donetsk dan Luhansk sebagai kemenangan.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov baru-baru ini menyatakan Rusia berencana untuk mengamankan lebih banyak wilayah daripada yang semula dimaksudkan mengingat Barat memasok sistem roket jarak jauh ke Ukraina.
Tetapi Rusia sudah menguasai wilayah baru yang cukup untuk dibanggakan, dan dapat memberikan sedikit landasan di selatan dan masih mengeklaim keberhasilan.
Klaim Keberhasilan Ukraina
Bagi Zelenskyy, pertahanan Ukraina atas Kiev pada awal perang adalah kemenangan gemilang.
Pendudukan kembali wilayah penting Ukraina secara signifikan meningkatkan moral Ukraina. Ketakutan Barat akan keruntuhan Ukraina terbukti tidak berdasar.
Kedua belah pihak secara lahiriah yakin meraih kesuksesan tertinggi, tetapi apa artinya itu? Dan seberapa besar kemungkinan hasil seperti itu?
Putin akhir-akhir ini berhati-hati untuk tidak meningkatkan harapan tentang hasil perang di Ukraina—yang oleh Rusia disebut sebagai "operasi militer khusus”. Sedangkan Zelensky dan pemerintahnya berekspektasi bahwa tujuan mereka adalah untuk membebaskan semua wilayah Ukraina yang direbut oleh Rusia—termasuk Crimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.
Invasi Putin berdalih untuk demiliterisasi dan de-Nazi-fikasi Ukraina, yang secara tegas ditepis Kiev.
Baca juga: Ukraina Ancam Invasi Balik Rusia, Perang Makin Memanas
Namun tidak jadi bergabung dengan NATO seperti yang dikhawatirkan Rusia sebelumnya, tetapi masih bercita-cita untuk menjadi anggota Uni Eropa.
Terlepas dari semua itu, fakta bahwa Ukraina akan tetap dipersenjatai dengan berat oleh negara-negara Barat—mungkin sampai perang berakhir.
Keuntungan Rusia
Meskipun dilaporkan mengalami kemunduran awal karena gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kiev, pasukan Rusia perlahan-lahan mengambil kendali atas wilayah Donbas di Ukraina timur. Saat ini, pasukan Moskow masih menguasai petak besar wilayah yang menghubungkan Crimea dengan wilayah Rusia timur.
Kegagalan Rusia untuk merebut Kiev mungkin merupakan hal yang memalukan, tetapi Putin selalu dapat berargumen bahwa tujuan utama invasi adalah untuk mengamankan kemerdekaan republik Donetsk dan Luhansk, dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Putin mengatakan pada awal invasi tidak ada niat untuk menduduki seluruh Ukraina. Itu berarti dia akan dapat menampilkan wilayah apa pun yang diperoleh selain mengamankan Donetsk dan Luhansk sebagai kemenangan.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov baru-baru ini menyatakan Rusia berencana untuk mengamankan lebih banyak wilayah daripada yang semula dimaksudkan mengingat Barat memasok sistem roket jarak jauh ke Ukraina.
Tetapi Rusia sudah menguasai wilayah baru yang cukup untuk dibanggakan, dan dapat memberikan sedikit landasan di selatan dan masih mengeklaim keberhasilan.
Klaim Keberhasilan Ukraina
Bagi Zelenskyy, pertahanan Ukraina atas Kiev pada awal perang adalah kemenangan gemilang.
Pendudukan kembali wilayah penting Ukraina secara signifikan meningkatkan moral Ukraina. Ketakutan Barat akan keruntuhan Ukraina terbukti tidak berdasar.
Lihat Juga :